Ada Seakan tak Ada Benang - Diam; Menentang - Terang Bulan di Atas Comberan - Ketidakadilan | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Ada Seakan tak Ada Benang - Diam; Menentang - Terang Bulan di Atas Comberan - Ketidakadilan Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:51 Rating: 4,5

Ada Seakan tak Ada Benang - Diam; Menentang - Terang Bulan di Atas Comberan - Ketidakadilan

Ada Seakan tak Ada Benang

Kala itu layang-layangku elok penuh warna
Layang-layangku tinggi mengangkasa
Layang-layangku berkertas baja
Layang-layangku berkerangka pancasila

Sekarang layang-layangku robek dan singit
Layang-layangku jadi mainan para penguasa dusta
Layang-layangku tak sanggup bangkit
Layang-layngku digilir oleh jiwa-jiwa penista

Kertasnya tak lagi gembur
Beracun: ditumbuhi jamur-jamur
Kerangkanya hancur lebur
Digerogoti pada penguasa berhati kufur

Layang-layangku sudah tak mampu terbang
Ada seakan tak ada benang
Sekalipun terbang layang-layangku sudah hilang

Tuhanku
Aku memohon pada-Mu
Ciptakanlah benang-benang amanah bagi layang-layangku

Ciledug, 10 Februari 2014


Diam; Menentang

Sementara waktu aku bersembunyi dari rembulan
Dan dari bintang gemintang

Aku kan tinggal di bawah lampu temaram
Aku kan hidup dalam pekat
Melalui waktu tanpa embun dan matahari

Diam; menentang
Adalah sombongnya waktu
Mereka bagai birunya langit berwajah kabut hitam
Mereka bagai serangkai bunga penuh warna ber – aromakan bangkai

Ku tak mau menyatu pada birunya langit
Ku mau tak terikat pada serangkai bunga penuh warna

Diam; Menentang
Aku seorang!
Dan aku akan lebih tak peduli
Aku dengan diamku; menentang.

Ciledug, 27 Mei 2014

Terang Bulan di Atas Comberan

Dua raja tengah membunuh waktu
Hitam putih menjadi langkah keduanya
Pion-pion tumang dan lenggang
Dua raja mengadu ilmu 
Menunjukkan kesaktiannya

Gula ditabur di atas mulut rakyat yang menganga
Demi pesugihan menggenggam langit
Bila langit sudah tergenggam
Pil pahit dimuntahkan di dalam mulut rakyat yang membiru

Berjatuhan sesal
Terlontar kutukan-kutukan
Dihujani Kristal nestapa
Berselimut debu-debu

Dan lagi-lagi rakyat termangu
Jutaan kepala tertunduk layu
Di bawah terang bulan di atas comberan.

Ciledug, 28 Mei 2014 

Ketidakadilan

Ketidakadilan menyayat hati
Membuat ranting kering meronta-ronta
Kini kami rasakan pada sebuah teori: praktik
Telak menimpa di depan mata

Apa yang salah?
Apa yang terjadi?
Hangus nilai-nilai keadilan
Sirna terbakar ketidakadilan itu sendiri

Tinggi strata sosial yang ia miliki
Bukan jaminan keadilan itu dapat ia berikan

Kami geram!
Kepalan tangan berisi ludah kemunafikan
Mendarat telak di wajah bertopeng pendidikan.

Ciledug, 26 Juli 2014

*) Dicky Rivaldi, seniman/mahasiswa


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Dicky Rivaldi
[2] Tersiar dalam surat kabar "Pikiran Rakyat" 22 Maret 2015

0 Response to "Ada Seakan tak Ada Benang - Diam; Menentang - Terang Bulan di Atas Comberan - Ketidakadilan"