Botol Ciu - Jumat Putih - Dua Waktu Satu Masa - Anak Zaman - Rayuan Mulut Jalang - Wanita Kecubung | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Botol Ciu - Jumat Putih - Dua Waktu Satu Masa - Anak Zaman - Rayuan Mulut Jalang - Wanita Kecubung Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:04 Rating: 4,5

Botol Ciu - Jumat Putih - Dua Waktu Satu Masa - Anak Zaman - Rayuan Mulut Jalang - Wanita Kecubung

Botol Ciu

Bila dirimu mampu menenggak isi dari kendi-kendi kecubung
Yang poyang
Yang pasrah
Yang lupa
Akan kuberikan sebatang pena,
untukmu bisa menggambar di dinding-dinding
rumahmu, yang gelap dan paling gulita, agar
membekas, bahwa kau menuliskan tinta racun
yang telah menggelapkan isi rumahmu, lagi
karangsuci, 2014

Jumat Putih 

Di pemberian teramat kudus
Kudaki curamnya gunung
Di antara padang tandus penuh ilalang
Kudengar denting suaramu
Menukik ke dasar cakrawala
Gelap lalu memejam ketakutan
Melewati susah menjadi gelabah
Sesampai puncak teergeletakku kepada mezbah
Kusembelih hitam bejibun mengikat
Agar hitam menjadi putih
Seperti tinta terhapuskan masa
Darmakradenan, 27 Juli 2014

Dua Waktu Satu Masa

~Dunia

Kita adalah buah yang tumbuh dari pohon-pohon tersemaikan,
menjadi anggur, madu,
bahkan kecubung memabukkan sekalipun. Janji
yang menyelinap di pundak-pundak hamba
telah terbawa usia terberikan tentram dan
kepastian, selebihnya gulita tak teraba. Kini
dirimu diriku dalam labirin mencari seberkas
pelangi dari kedukaan yang menyinggahi.
Tengoklah, air laut yang jernih sering menghembus aroma busuk.
Tapi tidakkah di dasarnya
tersemayam mutiara?
15 November 2014

Anak Zaman

Mereka atau aku yang mati?
Buta dalam raba membisu
Miskin tangis yang tertawa lepas
Selaksa rumah tak beratap
Maka membakar ketika terik
Atau rindu yang menggelayutMengunci ranting pohon subur?
Sampai anak yang memanggul cemeti
Mungkin terlupa atas diri
Yang tersiakan masa

Rayuan Mulut Jalang

Mulut merah begitu renyah
Bersilat lidah menipu dunia
Meeka tak tahu, ia bak anjing jalang meraung
Di kerumunan domba tergembala tenang

Mulut merah menghitam
Pekat dalam rundung dosa
Hati merah mencegah keras
Mulut menghitam mengatup rapat
Apa mau dikata?

Wanita Kecubung

Langit membiru hari ini
Gurat putih dalam birunya
Memukul raga dalam diam
Maka tersungkur di kubangan dosa

Tertahan wanita dalam sesak di dada
Mencoba menolak badan terjerat
Tertambat kau dalam belenggu
Langit masih biru

Rumah mungil di teras biru
Tersinar pancaran warna langit
Titah Tuhan ia termenung lagi bisu
Kecamuk hati yang terkoyak

Wanita manis bertobat Hyang
Berat sesal di dahi jalang
Dalam jerembap dosa berlumur
Mengucap sadar bibir gegap terayun


Muhammad badrun, lahir di Banyumas, 4 Juni 1994, tinggal di desa darmakradenan RT 02/02 Kecamatan Ajibarang Banyumas 53163, mahasiswa STAIN Purwokerto, altif di Komunitas sastra Gubug Kecil.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Muhammad Badrun
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Minggu Pagi" pada 22 Maret 2014

0 Response to "Botol Ciu - Jumat Putih - Dua Waktu Satu Masa - Anak Zaman - Rayuan Mulut Jalang - Wanita Kecubung"