Cangkang kepada Siput - Kolam THR Kramat - Bangkai Jembatan - Jelang Eksekusi | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Cangkang kepada Siput - Kolam THR Kramat - Bangkai Jembatan - Jelang Eksekusi Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:54 Rating: 4,5

Cangkang kepada Siput - Kolam THR Kramat - Bangkai Jembatan - Jelang Eksekusi

Cangkang kepada Siput

harus berapa kali kupanggil maut, penulis
obituari, kawih kematian, dan tukang gali
lahat untuk saling melepaskan lengkung
punggung dan lembek kaki yang terseret
bingung bersama pertanyaan yang meliliti
badan, kendati nampak sebagaimana
dalam kelindan.
harus berapa lama lagi menunggumu
menggelinding, seperti kelereng yang
diluncurkan dari tebing
dan menjalankan sengketa. sungguh!
pertengkaran telah kurencanakan di kepala
diam-diam ketika matamu likat terpejam

yang terguncang saat kau terguncang
yang diam saat kau bungkam sungguh duka menjadi cangkang
2014

Kolam THR Kramat 

       : Batang

timpas kolam ini menyimpan cerita
molek bunga padma, sepeda angsa yang
penyap kayuhannya
ayunan kayu dan keriut rantainya,
jungkat jungkit yang ditinggalkan penumpangnya,
dan prosotan alpa licin tubuhnya

demikianlah, kolam ini mahfum pada peristiwa
masa yang lalu lalang menangkup kera maian
hiburan menghilang
tiada lagi riuh orang-orang, deretan motor
terparkir, dan sesak loket antrian
sebab, hanya ada timpas kolam
yang diam, dan sesekali tersedu sembari
mengenang ingar yang silam
Batang,
2014

Bangkai Jembatan 

          : Kecepak

dengan tali dan papan yang tertata di
sepanjang lajurnya, kami menyaksikan
benalu tumbuh seperti kanak-kanak.
memulai bayi, balita, dewasa, hingga renta dan
selalu likat menjabat pengikat pada
bangkai jembatan gantung Kecepak.
Alangkah nyeri menyaksikannya bergantungan
sendiri, di atas alir sungai dan
kokoh jembatan lain sebagai pongah saingan.
ia menari bergoyang-goyang namun
bersiap hancur pelan-pelan, lirih menyenandungkan
deritan tetapi payah melawan
korosi arus waktu dan badai kenangan.

Batang, 28 September 2014

Jelang Eksekusi

genta kematian
gerincing nyeri dari hala jeruji

adalah kibar kuning bendera, senoktah
tanda sungkawa
menelungkup hidup
saat gelita mengisi mata
sunyi menepi
sedang kau, menggigil semenjak pagi

wahai izrail!
selagi bisa kuminta
apa yang hamba damba
hamba ingin perpanjangan usia
lirihmu

tetapi kismat itu
telah menulis namamu
tepat hari ini saat debar jantung  meledak
sebelum izrail menyamar regu tembak

2015




Rujukan:
[1] Disalin dari karya Kurnia Hidayati
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" pada 29 Maret 2015


0 Response to "Cangkang kepada Siput - Kolam THR Kramat - Bangkai Jembatan - Jelang Eksekusi"