Hikayat Alif - Dua Waktu Satu Masa - Rayuan Mulut Jalang | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Hikayat Alif - Dua Waktu Satu Masa - Rayuan Mulut Jalang Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:55 Rating: 4,5

Hikayat Alif - Dua Waktu Satu Masa - Rayuan Mulut Jalang

Hikayat Alif

Bersila membaris raga
Berbanjar empat ke belakang
Mengejakan alif sampai jim
Terbata oleh tuan bertinta emas
Yang lalim sebab tak mencabik jim dan ya
Menimang untuk terbuang ke pelimbahan
Sukma menuntun pikir
Meretak sampai pecah tercecer
Setiap hamba menjejak kaki butala
Usung perut ditolak terberi
Maka masihkah berbalik kanan?
Mengeja alif sampai ya, lupa diri tanah pijakan
Terpedat dalam kepedaran puasa malam
Gumam Rabi’ah di pusara “Itu bisa dilakukan lalat.”

Elhied, April-Oktober 2014


Dua Waktu Satu Masa

~Dunia

Kita adalah buah yang tumbuh dari pohon-pohon tersemaikan, menjadi
Anggur, madu, bahkan kecubung memabukkan sekalipun. Janji yang 
Menyelinap di pundak-pundak hamba telah terbawa usia terberikan ten-
Tram dan kepastian, selebihnya gulita tak teraba. Kini dirimu diriku
Dalam labirin mencari seberkas pelangi dari kedukaan yang menying-
Gahi. Tengoklah, air laut yang jernih sering menghembus aroma busuk.
Tapi tidakkah di dasarnya tersemayam mutiara?

Di pojok senja, 15 November 2014

Rayuan Mulut Jalang

Mulut merah begitu renyah
Bersilat lidah menipu dunia
Mereka tak tahu, ia bak anjing jalang meraung
Di kerumunan domba tergembala tenang

Mulut merah menghitam
Pekat dalam rundung dosa
Hati merah mencegah keras
Mulut menghitam mengatup rapat
Apa mau dikata?

Ia adiraja umbar kepalsuan
Dari mulutnya membuih putih
Amat jijik menambat jiwa terkhianati
Kesal namun kurcaci diri menciut
Teruntuk mulut yang menjalang
Apa mau dikata?

Purwokerto, 2014.

*) Muhammad Badrun, mahasiswa STAIN Purwokerto, aktif di komunitas sastra Gubug Kecil.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Muhammad Badrun
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" 22 Maret 2015 

0 Response to "Hikayat Alif - Dua Waktu Satu Masa - Rayuan Mulut Jalang"