Gunung Prahu - Kisah - Isyarat Angin - Menjadi Tulang Rusukmu - Ekstase | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Gunung Prahu - Kisah - Isyarat Angin - Menjadi Tulang Rusukmu - Ekstase Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:44 Rating: 4,5

Gunung Prahu - Kisah - Isyarat Angin - Menjadi Tulang Rusukmu - Ekstase

Gunung Prahu 

pendakian pertama mengalami gelisah 
pendakian kedua mengalami resah 
segala yang rupa menjadi pasrah 

Purwokerto, 16 Maret 2015 

Kisah 

aku tidak lupa dongeng
dongeng yang ia sampaikan 
yang menyisakan lembar-lembar keabadian 
: masa lampau 
kisah-kisah berbisik pada daun 

Purwokerto, 17 Maret 2015 

Isyarat Angin 

seperti malam tahun lalu 
ada isyarat angin menyentuh pundak 
yang kuatkan jiwa hingga 
ke lembah-lembah hati 

Purwokerto, 19 Maret 2015 

Menjadi Tulang Rusukmu 

ketika hari berselimut kabut 
engkau dan aku terpikat 
sebunga doa yang harumnya 
memenuhi semesta kita 

tetapi aku berdiri di tanah pagi 
tetapi kau melangkah ke senja menjauh 
tetapi aku menjembatani cuaca 
dengan tangga-tangga berupa 

jiwa yang berbunga doa 

kau dan aku pasti akan sampai 
kepada pelukan yang paling dalam 
hingga aku meresap 
dan perempuanku kembali 
menjadi tulang rusukmu 

Purwokerto, 2014 

Ekstase 

mengecup cahaya s
ampai nyala 

Purwokerto, 20 Maret 2015 


Yanwi Mudrikah, penyair, lahir di Desa Darmakradenan, Ajibarang, Banyumas, 12 Agustus 1989. Buku kumpulan puisinya Rahim Embun (2013).Sehari-hari mengabdikan diri sebagai dosen bahasa Indonesia di sebuah perguruan tinggi di Purwokerto.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Yanwi Mudrikah
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" pada 12 April 2015

0 Response to "Gunung Prahu - Kisah - Isyarat Angin - Menjadi Tulang Rusukmu - Ekstase "