Semenit - Tak Berdaya | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Semenit - Tak Berdaya Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:35 Rating: 4,5

Semenit - Tak Berdaya

Semenit

biar kukuhkan empat kata untuk mengakhiri penderitaanku:
selamat menempuh hidup baru

aku mencintaimu seperti para remaja yang saling kasmaran
seperti pasar ketika pagi baru dengan belanjaan beribu ibu

betapa kubiarkan sunyi merangkul tubuhku bermalam-malam
sementara siang seperti sepiring nasi tanpa lauk

biarkan aku mencintaimu semenit lagi
sebelum waktu menabung wajahmu menjadi kenangan

2015


Tak Berdaya

apabila kau perahu nelayan di bibir pantai
aku hanya tarian ikan mengombak dedai

jadilah kerang atau karang di laut terang
biarlah aku jadi jantung angin yang beranjang

kemudian aku terpasak di ujung bendera
dan biarkan secanggung ini anafora

cintaku tak pernah berdaya

2015




*) R Abdul Aziz, lahir di Bandung 21 Februari, sedang menyelesaikan studi Universitas Pendidikan Indonesia


Rujukan:
[1] Disalin dari karya R Abdul Aziz
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" 19 April 2015

0 Response to "Semenit - Tak Berdaya"