Stasiun Gambir - Tanah Kelahiran - Malam Jatuh Di Pantai Kendari - RumahTua | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Stasiun Gambir - Tanah Kelahiran - Malam Jatuh Di Pantai Kendari - RumahTua Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:39 Rating: 4,5

Stasiun Gambir - Tanah Kelahiran - Malam Jatuh Di Pantai Kendari - RumahTua

Stasiun Gambir

maka berangkatlahkereta api
di malam hujan riwis itumengapaah ada mendung di parasmu?
mengapakah ada gerimis menderas di pipi?

aku pun tahu, sia-sia melambaikan tangan
taka da makna kenangandan kehilangan
yang tertinggal hanya sepi, hanya sunyi
ketika kereta api bergerak pergi

maka berangkatlah aku sendiri
pulang kembali nuju ke semarang
membawa tangkai buah khuldi
stasiun gambir basah berlinang

aku pun menerka, siapakah bersenandung rawan
terpejam aku menyimak suara  panggilan
merenungi tiap peristiwa dan ekjadian
tetapi selalu, sayang, rinduku tertahan

Tanah Kelahiran

pulang ke tanah kelahiran
aku pun justru menerka ragu
tiada lagi, tiada lagi, tuan
rumah moyang dan sawah menghijau

ricik air sungai yang damai
mungkin dijual atau digadaikan
cericit burung-burung pedesaan
kini hanya menjadi megatruh sepi

Malam Jatuh Di Pantai Kendari

malam pun jatuh di pantai kendari
ada sepotong bulan bergetar
di atas lautan kelam dan sepi
angin musim pun dingin mendesir

apakah yangkau cari di sini?
ada suara percakapan samar
berbisik lirih dari selat sunyi
ada jejak puisimu di pasir
malam pun jatuh di pantai kendari
siapakah mencium aroma ikan abkar?
aku pun berjalan mencari hati
langit begitu bersih, entah di mana camar

RumahTua

di rumah tua ini lahir aku
dibesarkan ayah dan ibu
ada coretan namaku
di bangku di beranda itu

dinding kusam itu berkisah
tentang waktu yang fana
lumut pun menjadi penanda
kenangan pun bikin gelisah

di rumah tua ini semua pun kabur
bekas arang dan abudi dapur
menjadi dongeng tak bermakna
almanak pun terlepas sia-sia

ada bayang-bayang samar
ada bekas pertemuan dan eprcakapan
daun-daun pun rontok di luar
mungkin semua tercatat, namun memudar


Gunoto Saparie, Kelahiran Kendal, 22 Desember 1955.
Aktif dalam berbagai organisasi, antara lain sebagai Ketua Bidang Kerja Sama Dewan kesenian jawa Tengah. Kumpulan Puisi tunggalnya Melancholia (1979), Solitaire (1981) dan Malam Pertama (1996).

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Gunoto Saparie
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" pada 12 April 2015


0 Response to " Stasiun Gambir - Tanah Kelahiran - Malam Jatuh Di Pantai Kendari - RumahTua"