Harapku - Nocturnal - Kidung Sore | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Harapku - Nocturnal - Kidung Sore Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:40 Rating: 4,5

Harapku - Nocturnal - Kidung Sore

Harapku 

harapku dari cemasku yang berlebihan
adalah perwujudan rasa
tak pernah bisa dilihat
mata
namun kekuatan rasa
hanya bisa kau rasakan dengan hati
saat sunyi benar-benar
telah merasuk jiwa

pada langit membiru
`ku bentangkan segala asa
dan rasa ini
agar terus membiasa
hingga cakrawala jingga hadir
menuansakan senja dengan rona binar
mendamaikan kalbu

masih dengan senandung
tembangkan kidung sunyi
dalam damai jiwaku
yang ingin mendamaikan jiwamu

dengan aksara tak sempurna
hanya kau yang bisa mencernanya
sebab kurangkai
hanya untuk kau mengerti

selebihnya
aku akan tetap berdiri
melangkah
dengan kekuatan rasa yang kumiliki
kujaga hingga akhir nanti

Jakarta, 2015 

Nocturnal 

derit pintu kayu menahan tangisku:
--jangan! katanya
aku tak boleh memburu kunang-kunang
lalu angin pekat menerobos lubang jendela dan
berkata:
--emi, tersenyumlah
jangan kau habiskan air mata malam ini--

sejenak mengiyakan pinta angin
maka berdiam-diamlah
berlalu meletakkan sunyi
dalam hening mengeja kata-kata

(malam kian temaram
sehelai daun melayang)

akulah sunyi
adalah rasa
adalah teriak!

Jakarta , 30 Maret 2015 

Kidung Sore 

ah, senja yang kunanti mulai merona di kaki langit
sebentar lagi jingga lembayung

sunyi tetaplah sunyi yang harus kujaga
bertahta dalam jiwaku karenamu
sunyi bercinta dengan temaram senja

di pinggiran barat Jakarta
sunyiku setia pada senja meranum
bersenandung berkidung

Cengkareng, 25 Agustus 2014 



Emi Suy Hariyanto, lahir di Ngawi, Jawa Timur, 2 Februari 1979. Aktif di Komunitas Pencinta Puisi dan Sastra Indonesia, dan Komunitas Tinta Emas.Karyanya termaktub dalam antologi 100 Penyair Perempuan Indonesia (2014). Kini tinggal di Jakarta.



Rujukan:
[1] Disalin dari karya Emi Suy Hariyanto
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" 3 Mei 2015

0 Response to "Harapku - Nocturnal - Kidung Sore "