Makam Seniman, Tengah Hari - Makam Pahlawan - Makam Pendekar, Sore Hari | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Makam Seniman, Tengah Hari - Makam Pahlawan - Makam Pendekar, Sore Hari Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:57 Rating: 4,5

Makam Seniman, Tengah Hari - Makam Pahlawan - Makam Pendekar, Sore Hari

Makam Seniman, Tengah Hari

Kilau pualam
nisan
Jejak-jejak
wangi

Pohon peneduh
menari
angin
menyuling lagu

Kata
terhisap bukit
warna
terbagi

Ada kupu
mencari sepi
ada burung
ada cerita

Tangga
batu
rumput
dan langit

Terasa pergi
ternyata kembali

2015

Makam Pahlawan

Barisan kemangi
di balik pagar

Terasa arwah menjadi pohon
bisik angin
membuka kelopak bunga
di antara batu
rumput tertidur panjang

Di sini tidak ada darah
hanya udara
bercerita
perang sudah lama

Sepi
nisan-nisan bernama
burung dan capung
berputar
menuju sawah di seberang waktu

2015


Makam Pendekar, Sore Hari

Kubayangkan engkau bersila
menangkis serangan angin
mata cahaya
menghadang kata-kata musuhmu

Hati, senjata suci
kau lindungi dengan telapak tangan
nafasmu lembut sekali
menghimpun tenaga

Tak pernah engkau banyak bicara
cukup telunjuk atau telapak tangan
menggambar peta di udara
memusnahkan racun

Pada nisan terbaca gerak pengembaraan
pernah kau sampai kota nenek moyangku
di seberang sungai besar,
hutan bernyanyi.

2015


Mustofa W Hasyim memimpin Studio Pertunjukan Sastra Yogyakarta. Kumpulan puisinya antara lain Pohon Tak lagi Bertutur (2013).




Rujukan:
[1] Disalin dari karya Mustofa W Hasyim
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kompas" 3 Mei 2015


0 Response to "Makam Seniman, Tengah Hari - Makam Pahlawan - Makam Pendekar, Sore Hari"