Ode Buat Kota Tua yang Mulai Pikun - Ode Penghiburan - Ode Dua Rindu | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Ode Buat Kota Tua yang Mulai Pikun - Ode Penghiburan - Ode Dua Rindu Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 17:36 Rating: 4,5

Ode Buat Kota Tua yang Mulai Pikun - Ode Penghiburan - Ode Dua Rindu

Ode Buat Kota Tua yang Mulai Pikun

Kota yang kuhampiri di mimpiku semalam
terlalu tua, jelek dan pikun.
banyak yang sudah mulai dilupakan,
kota itu dulunya pernah karam,
baru beringsut airnya
ketika semua penduduknya mati,
kecuali kakekku yang menyelamatkan diri
kakekku takut karena ia tak punya kartu penduduk

Sayang, kakekku tak bisa cerita
tentang pelacur yang mati karena kemuntahan sperma
penyair yang matanya terantuk di sudut jendela
karena kehabisan ide dan kertas putih yang tipis
atau tukang sapu yang tak lagi mengenali sampah

Kota tak harus ramah
terkadang boleh pintar sedikit, sepanjang warganya bisa
menghitung berapa yang mati karena bekerja untuk
sebuah kebaikan,

Kota bukan buku panduan
yang menghimpun angka-angka kemakmuran
tapi ia bisa tidur, manakala para pendemo itu datang
membawakan opsi yang tak pernah dimengerti


Ode Penghiburan

Aku masih punya tabungan
seribu lima ratus kata
yang terbagi atas beberapa judul
lagu, sajak, dan kata-kata mutiara

Mereka menghiburku dalam kesusahan
mereka menari, menyanyi, membadut
dan mereka mendeklamasikan judul
judul sajaknya
sehingga aku menangis
namun kemudian aku bahagia
Sajakku telah memberikan perlawanan
atas rasa gundah dan sedihku
mereka adalah teman-teman baikku
jauh lebih dekat daripada darah dan otakku
yang selalu ingin menghentikan laju kaki
tangan, pipiku dan hidungku, sekadar untuk
mencium bau wangi sajak-sajakku

20-03-2014

Ode Dua Rindu

Tanamlah yang baik, 
ini pesan kerinduan
jadilah sebaik-baik tanaman
biar jadi bunga, berbuah
lalu meninggalkan biji
hingga tumbuh menjadi trubus
lalu menjadi bijak

Tanamlah yang baik, ini perintah
tanah akan memanggilnya
lewat bisikan dan sapa lembut malaikat
yang berkunjung
saat jam bezuk
saat peristiwa itu
demikian tak bisa berlalu

2015

Ode Buat Thengul

Sekotor-kotor lantai masih lebih suci 
dari tarian waktu yang membelokkan kata
menjadi semacam ancaman
sebab ia tawanan yang melebihi kartu mati

Adakah yang salah tentang penyambutan
untuk tamu-tamu yang riang menghitung bintang
bahwa ia lebih suci dari ribuan janji,
yang lampau, untuk menebus hati yang
pongah oleh lumpur purbaku: kemunafikan"


*Budhi Wiryawan: lahir di Bantul Yogyarkarta.
Menulis cerpen, puisi, artikel dan esai budaya. 
Tinggal di Sleman Yogyakarta.


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Budhi Wiryawan
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Minggu Pagi" 3 Mei 2015

0 Response to "Ode Buat Kota Tua yang Mulai Pikun - Ode Penghiburan - Ode Dua Rindu"