Sebenarnyalah Kamu Hanya Wanita | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Sebenarnyalah Kamu Hanya Wanita Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:15 Rating: 4,5

Sebenarnyalah Kamu Hanya Wanita

(di hotel-hotel kumuh yang pengap
tempat serangga berebut udara kotor
di tiap sembunyi yang riuh gegap
kau beri aku muara jauh
tubuhku pun berekeringat menjaga nafas birahi yang
liar)

lantas apalagi yang musti kita lepas
setelah kita sama-sama telanjang
selembar catatan atas rencana di masing-masing
tangan kita
juga sudah melapuk
sedangkan ilalang dan rumput liar sepemandangan
pun tak lagi punya usia
karena kemarau yang bersemayam di tiap pung-
gungnya

wanitaku,
sebenarnyalah kamu bukan perempuan jalang
meski jari jemarimu sudah terlalu jenuh
untuk menghitung laki-laki yang pernah berenang-
renang
di kolam syahwatmu

:tapi aku pernah aborsi
aku pun sering lari meninggalkan rumah
sebab sebagai kepala rumah tangga
ayahku memang tak punya manajemen yang baik
di kepalanya memang banyak teori bermukim
tapi ia selalu mengeluh jika ada genteng rumah yang
bocor
maka saat musim hujan
hampir semua lantai kuyup karenanya
lumpur selokan belakang rumah
acap kali membuat kotor dinding yang sudah menua
warnanya
apalagi jika hujan lebat lepas musim tiba
sambil teregopoh dengan wajah berkerut bagai kain
wiron
kedua orang tuaku saling berlomba membersihkan-
nya
genangan-genangan sampah yang tak jelas muasal-
nya
kata mereka,
jangan sampai ada saudara atau tetangga yang terke-
na kecipaknya
kata mereka pula,
rumah kita memang sudah saatnya direstorasi
agar hujan tak gampang masuk dan selokannya tak
mudah berlumpur

:oya, ibuku juga paling suka bersolek di dapur
katimbang di kamarnya
sambil membiarkan pintu belakang terbuka lebar-
lebar
kadang ia sengaja membiarkan tali behanya terlepas
bau parfumnya pun menyeruak
hingga membuat lalulalang orang terjaga

:rumah kami sangat besar
punya banyak pintu
selain sangat lebar dan tak bergerat
pintu depan sebenarnya tak pernah terkunci
tapi kedua orang tuaku lebih suka lewat pintu sam-
ping
sesekali aku juga menyaksikan mereka lompat jen-
dela
pandangnya jalang
langkahnya pun tak setara dalam jarak

wanitaku,
betapa aku pingin mencatat kembali tanggal kelahi-
ranmu
sebab sebenarnyalah kamu hanya wanita

:tapi sudah terlanjur banyak teman laki-laki
yang paham benar di mana letak kancing gaunku
untuk bertandang ke rumahku
mereka pun tak harus bersolek atau berdandan

:aku memang wanita,
tapi ibuku tak pernah mengajari
bagaimana mengenakan kain dan kebaya
karenanya aku lebih suka mengganti warna lipstik di
depan kaca
sambil menikmati sisa birahi lelaki
yang masih menggenang di sepasang mataku
maka, meski usiaku masih terlalu jauh
aku takut menjadi seorang isteri kelak

sebentar lagi hujan segera reda
lepaskanlah perahumu di laut jauh
jangan berharap di mana harus berlabuh
tiba saatnya nanti kamu akan sampai untuk menjadi
siapa
di antara bermiliar yang sedang mencari siapa

Agoes Dhewa, puisi penyair yang tinggal di Semarang ini banyak dimuat media masaa pada 1980-an. Setelah hampir 20 tahun menggeluti dunia jurnalistik, lelaki yang pernah dijuluki sebagai Penyair Lomba itu kini beralih haluan sebagi event organizer, dan terus menulis puisi.


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Agoes Dhewa
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suaar Merdeka" pada 3 Mei 2015

0 Response to "Sebenarnyalah Kamu Hanya Wanita"