Bertamu ke Laut - Rindu Ibu - Di Sebuah Surau | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Bertamu ke Laut - Rindu Ibu - Di Sebuah Surau Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:56 Rating: 4,5

Bertamu ke Laut - Rindu Ibu - Di Sebuah Surau

Bertamu ke Laut

entah untuk kali ke berapa aku
datang kepadamu
laut
dan sebagaimana biasa kau hanya
menyilakanku duduk di beranda
menaksir-naksir jumlah butir pasir
lelandai pantai
atau memandang horizon sunyi nun

tetapi ini kali entah kenapa kau ajak aku
jauh masuk ke dalam ruang dalam
menyaksikan lukisan tuhan
air hijau semata
membentang pandang
berselangseling gerak
kadang sebagai gelombang
kadang sebagai riak

”masuklah ke kian dalam rumahku,” katamu

tetapi jantungku telanjur menggigil
ingat mereka yang selalu menunggu
di sebuah datang
di sebuah pulang

”ayolah masuk ke semakin jauh rumahku!”

tetapi alir darahku telanjur menderas
ingat mereka yang bersetia menanti
di janji
sebuah kembali

bertamu ke laut
hingga jauh dalam
ada yang membuatku tansah paham
betapa berartinya hidup
betapa tak berjaraknya maut

2015

Rindu Ibu

merindu ibu
tak berhabis waktu
satu lalu
hadir lagi beribu

seperti air kali rinduku
deras mengalir
dan ibu setia menunggu
sebagai hilir

apa pun yang kubawa
ibu menerima
keluh keruh
resah sampah
bimbang kiambang
kufur lumpur

ibu menerima semua
dan menyimpannya
menjadi kedalaman air mata
menjadi pijar kilau segala doa

merindu ibu
tak berhabis-habis
seperti zikir kalbu
puisi tak pernah lamis
ibu!

2015

Di Sebuah Surau

aku singgah lagi
malam ini
tafakur sendiri
di serambi rumahmu
yang dahulu

dan seperti biasa
tak kulihat apa-apa
selain cahaya
-kau pun entah di mana-

bahkan yang membatas
sesuatu
yang terkabar sejak dahulu
sebagai penanda awal-akhir itu

seluruhnya begitu terbuka
tak berhingga

di serambi rumahmu
selalu kurasakan
segalanya permai
teduh
damai
seluruh

rasanya ingin aku
masuk ke ruang tamu
atau lebih dalam dari itu
lalu tinggal di situ
berwaktu-waktu

Mukti Sutarman Espe, penyair kelahiran Kota Semarang yang kini tinggal di Kudus telah menerbitkan satu antologi puisi bertajuk Bersiap Menjadi Dongeng.  Saat ini sedang menyiapkan buku keduanya Menjadi Dongeng. 

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Mukti Sutarman Espe
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" Minggu 23 Agustus 2015

0 Response to "Bertamu ke Laut - Rindu Ibu - Di Sebuah Surau"