Catatan Harian Angeline - Rencana Setelah Hari Raya | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Catatan Harian Angeline - Rencana Setelah Hari Raya Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:39 Rating: 4,5

Catatan Harian Angeline - Rencana Setelah Hari Raya

Catatan Harian Angeline

/1/
seorang ibu adalah pemberi kasih yang candu
dan anak selalu ingin memasuki pintu pelukan ibu

ayam-ayam itu berkokok nyaring setiap pagi
kokoknya sampai ke hati membuat nyeri
dari balik pintu, tanganmu yang kekar
memberi aba-aba agar aku segera keluar kamar
bertugas memberi ayam-ayam itu makan.
begitulah yang kukerjakan setiap matahari terbangun
semenjak ayah pulang ke rumah Tuhan

/2/
kawan-kawanku selalu berkisah
roti dan susu memanjakan lidah sebelum sekolah
aku sendiri mandi pun tiada sempat
salah sedikit, dia akan mengumpat

di rumah, gedung membentuk benteng
seperti penjara Cinderella memaku gerak dan pikir.
Terkurung seribu keinginan oleh tegak pekerjaan
sepi sunyi menempel di dinding dan jendela.
Ada suara menjadi ular berbisa dan melilit kaki-kaki sukma.
Sementara rumah kawan-kawanku luas tak berbatas
jendela dan pintunya terbuka dan bercabang ke mana-mana

/3/
aku merindukan ibu
meskipun ia memberikanku pada orang lain untuk diasuh
dentang lonceng dan teriakan menjadi wajar berlaku
sebab diriku lahir menjadi benalu

suatu pagi, kokok ayam terasa jauh
alarm tak cukup ampuh menggelitik pagiku
dia mulai berpenyakit seperti kemarin
mengamuk tak menambah berat berton-ton
kebencian di kepalanya
Tangannya terlatih menumbuhkan pilu yang sedu

hari esok bagiku hanyalah langit yang terus meninggi
sedang waktu bergerak dengan merangkak
hari-hari berpindah nama penuh perintah
dan sumpah serapah
Oh, Ayah, baikkah kau di sana?

/4/
hari ini piring terjatuh dari tanganku pecah landai berberaian
disusul suaranya memecah birai telinga
hanyalah sebuah boneka yang membelaku tanpa suara

/5/
kebencian mengubah tempatku di hatinya
ia mengirimku ke lubang galian di belakang rumah
sebagai tempat istirahat untuk selamanya
tanpa taburan bunga dan doa hanya boneka yang setia

lalu, wajah-wajah yang tak kukenal
tiba-tiba mendekat dan mengantarku ke pintu ajal

Rencana Setelah Hari Raya

lekat menuju hati, takbir pun mengalir. di tempat gelap
di tempat terang, ia mendekap
seluruh harap bergilir terungkap
memantul-mantul meratakan kemenangan

setelah mematahkan kewajiban
kita akan mengurai rindu kepada saudara
bibir melafal maaf ditiap pintu rumah
agar kita paham bilangan dosa
lalu berhemat akan berkah yang tercurah

ada rumah leluhur telah lama menunggu kunjungan
sepanjang tahun dikurung kesendirian
meski tanpa senyum dan pelukan
salam dan doa cukup sebagai pertanda ingatan
suatu hari, kita akan memiliki rumah serupa
entah di tanah mana

sunyi segera datang kembali melafalkan puisi
lahirlah puisi-puisi yang fitri

Banuaju, 2015

Nurul Ilmi ElBanna, Mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga. Karyanya juga terkumpul dalam beberapa antologi bersama Sebab Cinta (2013) dan Gemuruh Ingatan (2014). Anggota LPM Arena UIN Sunan Kalijaga

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Nurul Ilmi ElBanna
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 9 Agustus 2015

0 Response to "Catatan Harian Angeline - Rencana Setelah Hari Raya"