Gili Raja - Mengenalkan Air Mata kepada Doa | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Gili Raja - Mengenalkan Air Mata kepada Doa Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:37 Rating: 4,5

Gili Raja - Mengenalkan Air Mata kepada Doa

Gili Raja

:aeng bejeh kenek

Begitulah orang-orang menyebutmu dalam cerita
Sebelum kau tercipta, banyak puisi tumbuh
Mengenalkan aku kepada warna merah tanah ini
Saat keringat ayah menjadi sungai mengalir
Dalam doa cinta ibu kepadaku

Ke tanggek, aku turun dari perahu kecil
Angin membuat sebab dari gerimis
Tapi sebentar, tidak lama seperti biasanya
Perbincangan yang singkat saat aku menemukan rumah kemarau
berkunjung tanpa kepulangan

Ibu tersenyum di depan, kucium tangannya
Bau bahagia timbul dari bibir senjanya
Ada hal yang tak perlu diceritakan kepadaku
Atau ke siapa saja yang ingin mengetahuinya
Sebab doa panjang, terus bergeser membanjiri kerongkongan waktu
Yang tiba-tiba musykil memadatkan segala cuaca rindu di mataku

Aku tidak ingin lagi kembali ke kota ibu
Di sini lebih terlindung dari segala bahaya
Segala risau dan ketakutan keadaan di luar sana
Meski harus bermulai dari awal
Aku tahu, keringat ini lebih manis rasanya
Saat aku menemani masa tuamu
Merawat putih ubanmu, selagi waktu
Masih bisa membikin risalah
"Kamaa robbayani shogiira"

2014

Mengenalkan Air Mata kepada Doa

Setiap hari aku menemukan air mata tidur sendiri di kamarku
Matanya jalang, membasahi kasur dan bantal
Semenjak itu aku jarang pulang ke rumah
Aku takut terjadi apa-apa untuk sekadar khawatir saja
aku belum mampu

Di belakang rumah aku menanam doaku sendiri
Semenjak kecil ibu telah mengajarkan kepadaku
Bagaimana berdoa yang baik dan menangis yang baik
Untuk rasa kehilangan kekasih atau sekadar bahagia
sesaat sebelum sakit.

Air mata ada semenjak doa sebagai awal mula
Tuhan telah tahu bagaimana rasanya menjadi aku
Yang terus menahan rasa ingin tahu dan bertemu
Baik dengan doa ataupun air mata

Semenjak itu, aku lebih senang mengenalkan doa kepada air mata
Atau sebaliknya, mereka belum kenal dekat
Menurut cerita ibu, air mata tidak bisa jatuh cinta pada doa
Tapi doa akan tetap selalu menunggu air mata

Pernah suatu hari, juga malam
Doa mabuk pulang berpesta, cintanya ditolak air mata
Sampai pada saatnya doa tahu bahwa air mata tidaklah
segalanya dari sedih
Tapi doalah tempat dipulangkannya sebuah pasti

2014


En Kurliadi Nf, penyair kelahiran kepulauan Giligenting, Sumenep, Madura

Rujukan:
[1] Disalin dari karya En Kurliadi Nf
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" Minggu 30 Agustus 2015

0 Response to "Gili Raja - Mengenalkan Air Mata kepada Doa"