Kematian Telah Menunggu - Kaulah Laut - Pertemuan - Di Rumah - Di Malam Lebaran | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Kematian Telah Menunggu - Kaulah Laut - Pertemuan - Di Rumah - Di Malam Lebaran Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:20 Rating: 4,5

Kematian Telah Menunggu - Kaulah Laut - Pertemuan - Di Rumah - Di Malam Lebaran

Kematian Telah Menunggu

Kematian telah menunggu
Kita sebenarnya
Hanya langkah kita belum sampai
Masih harus terus berjalan

Tak perlu kompas atau peta
Atau banyak bertanya-tanya
Ke mana pun melangkah
Ke kematian kita mengarah

Tak perlu membawa banyak bekal
Atau mengenakan baju mahal
Kematian menerima kita seadanya
Hanya saja, apakah kita tak malu

Setelah pengembara
Berwaktu-waktu
Kita hanya menghadiahinya
Wajah lesu?

Tersenyumlah
Kematian telah menunggu
Kita sebenarnya
Dan siap mengantar kita
Menemui sang pencipta

Kaulah Laut

- Ibu


Kaulah laut, kaula laut
Senantiasa menerima hujanku
Meski di dadamu
Ombak bergemuruh
Di hadapku
Kau hamparkan selalu
Wajah tenang dan biru

Kaulah laut, kalulah laut
Slalu membimbing perahuku
Ke arah yang kumau
Kaujaga aku
Dari gelombang dan badai
Yang kerap mengganggu
Menggoyang khusyuk lajuku

Kaulah laut, kaulah laut
Kedalaman kasih sayangmu
Tak pernah surut
Untukku

Pertemuan

Doa-doa akhirnya mampu
Menghasut waktu, si keras kepala itu,
Mempertemukan kita
Layaknya Adam dan Hawa

Kita pun lekas saling menuang rindu
Hasil perasaan bertahun-tahun tak bertemu
Hingga kita mabuk dan lupa
Detak jantung masih bersuara

Kita masih di dunia
Ruang di mana kejadian
Tak terduga
Bisa tiba-tiba ada

Menjadi manusia
Korban dari segala
Bencana
Dan rencana

Di Rumah

Hari ini dan selanjutnya 
Barangkali, kita di rumah saja
Tutup pintu dan jendela
Dinding ini cukup tebal
Menyembunyikan diri kita

Diri kita yang tinggal rangka
Hampir habis
Digerogoti dunia

Lalu kita pura-pura tertawa
Hingga suaranya menggema
Di udara. Menyusup
Ke telinga tetangga

Biar mereka sangka
Kita pasangan bahagia
Biar mereka percaya
Bahagia bukan hanya
Di surga

Di Malam Lebaran

Malam ini, kita di beranda
Langit seolah memancarkan darah
Yang berwarna kala ditembaki
Berpuluh petasan
takbir-takbir pun menggema
Malam lebih bercahaya

"Besok, aku pasti lebih anggun,
Mengenakan gaun mahal itu," ujarmu
Seolah membayangkan

"Mengenakan baju apa pun
Kau tetap anggun" Kataku menyela,
"Asal dirimu selalu dihias senyum."

Kau pun lekas menatapku,
Seolah terkesima.
Dan wajahmu seperti juga langit,
Seketika, menampakkan
Karnaval cahaya
Cianjur, 2014


Muhammad Hendrawan: mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia  Universitas Pasundan Indonesia bandung, bergiat di Asas UPI dan CD Teater UPI.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Muhammad Hendrawan
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Minggu Pagi" Minggu V Juli 2015

0 Response to "Kematian Telah Menunggu - Kaulah Laut - Pertemuan - Di Rumah - Di Malam Lebaran"