2/Parole - 3/Oase - 4/Sejauh-jauh Burung Terbang - 4/Sejauh-jauh Burung Terbang - 5/Senja di Bukit Kintamani | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
2/Parole - 3/Oase - 4/Sejauh-jauh Burung Terbang - 4/Sejauh-jauh Burung Terbang - 5/Senja di Bukit Kintamani Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:58 Rating: 4,5

2/Parole - 3/Oase - 4/Sejauh-jauh Burung Terbang - 4/Sejauh-jauh Burung Terbang - 5/Senja di Bukit Kintamani

2/Parole

semusim lagi, semusim lagi, aku menunggumu
janganbiarkan aku menjadi pungguk
menunggu di ranting yang patah
hanya bercumbu dengan bayangan bulan
sebelum bulan menjelma purnama
haruskah aku menjelma sebuah bayangan 
di tengah cahaya bulan yang selalu dikisahkan
di sana seorang wanita tua memeluk seekor kucing
dan aku hanya menjadi dongeng tanpa kisah
untuk menidurkan semua impian
tubuh ini sudah penuh cataan, penuh goresan
dari ejaan-ejaan yang tak pernah disempurnakan
menjadi huruf-huruf kanji, partitur tanpa irama
bilangan-bilangan angka dengan rumus tak pasti
seperti mengukur jarak tanpa waktu
padahal sudah kubentangkan peta di atas tubuhku
sudah kuurai setiap titik menjadi garis tak berujung
tapi masih juga kau mengukur-ukur cahaya
pada setiap lekukan yang tersembunyi
dan bertanya tentang jenis kelaminku
apakah ada seseorang perempuan berdiam di situ
maka aku hanya dapat memberimu selembar tiket
agar kau tidak pernah kembali, meskipun dengan alasan
ada purnama dari balik gaunku, penuh cahaya
tapi aku tak pernah lagi mempercayai kisahmu
karena aku telah menjelma puisi sebuah dongeng
tanpa pernah dapat kau membacanya
DPS 07 07 2015

3/Oase

Ada sebuah labirin waktu yang membuat
seluruh langkahku tersesat begitu jauh
kesumat itu memang telah menjadi duri
peyekatsetiap helaa napas
untuk membuka selapangan dada
apakah kau berpaling atau tidak
tak lagi menjadi soal bagiku
sebab kutahu namaku telah menjadi 
sebuah oase di lubuk dadamu
di mana kau sewaktu-waktu
dapat membasuh rasa rindu
pergilah sejauh langkahmu
tetapi jejakmu yang tersisa di sini
tak akan pernah kuhapus
dan biarkan menjadi milikku
untuk membuatku selalu tersenyum
jika aku tak salah mengambil pilihan
dan aku tak pernah betanya
kapan kau kembali
sebab kau memang tak pernah pergi
DPS 31 07 2015

4/Sejauh-jauh Burung Terbang

Seperti biasa, katamu, ketika burung-burung
melintasi pagi dengan sayap-sayap cahaya
mengepakkan gugusan awan putih 
menyiangi siulnya ke delapan penjuru angin
seperti biasa, katamu, ketika aku melangkah
melintasi jalan-jalan di tepi waktu
bukan hanya untuk melintasi kenangan
tapi memahami apa yang pernah kudapatkan
bukan untuk sebuah penyesalan
seperti biasa, katamu, aku akan menjadi biasa
ketika seluruh waktu bukan hanya milikmu dan milikku
tapi milik kita bersama untuk tetap melangkah
di sepanjang ruang tanpa jeda waktu
seperi biasa, katamu, aku akan memahami
apa yang tak biasa, menjadi biasa-biasa saja
ketika sejauh-jauhnya burung terbang
akan kembali ke sarangnya di balik senja
DPS 20 07 2015

5/Senja di Bukit Kintamani

mungkin aku adalah tulang rusuk para dewa
seluruh tubuhku diselimuti oleh kabut senja
aku hanya dapat menjelma dalam kenangan
setelah menyusuri seluruh lekuk pulaumu
tetap saja menjadi pengais tanpa ikatan tradisi
seperti yang diwariskan para perempuan di sini 
memecah dan menjunjung batu di atas kepala
membuatku seperti turis yang menggigil
hanya bersidekap dengan kelopak waktu
yang mulai terpejam di tepi langit barat
sambil terus mengukur jarak untuk sampai 
di mana aku dapat mengelupaskan keperempuanku
tapi selalu saja aku mendapatkan diriku
sebagai dewi durga pad akisah yang lain
membayangkan seluruh kabut di puncak bukit
bukan sebagai lapisan kafan tapi sutra lembut
hingga aku tak ubahnya dalam sebuah kepompong
tanpa menjelma sebagai kupu-kupu besayap pelangi
sebab hanya itu memang yang kuinginkan
sebagai alasan untuk betahan di pulau para dewa ini
meskipun mungkinaku bukan dari tulang rusuk para dewa
untuk sekadar memuja diriku sendiri
sambil menyentuh setiap lekuk keindahan
DPS 09 06 2015


Nunung Noor El Niel, lahir di Jakarta, 26 September. Buku kumpulan puisinya antara lain Solitude (Teras Budaya 2012), Perempuan Gerhana (Teras Budaya, 214), Kisas (Teras Budaya, 2015)

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Nunung Noor El Niel
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Jawa Pos" Minggu 13 September 2015

0 Response to "2/Parole - 3/Oase - 4/Sejauh-jauh Burung Terbang - 4/Sejauh-jauh Burung Terbang - 5/Senja di Bukit Kintamani"