Kepada Sepasang Bibir - Dupa | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Kepada Sepasang Bibir - Dupa Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 04:01 Rating: 4,5

Kepada Sepasang Bibir - Dupa

Kepada Sepasang Bibir

kepada sebuah mulut
kepada sepasang bibir
kepada sepotong lidah
aku geram mengumpul ribuan tanya

kepada sebuah mulut
kepada sepasang bibir
kepada sepotong lidah
aku muak menyimak obrolan huruf busukmu itu

nada yang kau tebar beraroma dusta
denting yang kau perdengarkan bersuara sumbang
irama yang kau keluarkan beritme fals
lima belas menit bersamamu nyaris memuakkan

ketika kebohongan yang datang
mengguyur basah semua ronggamu
kejujuran kau gadai demi kepuasan

akhirilah wahai pecundang
berkicau hanya mengiris luka basah saudaramu
berdendnag hanya sakit kuping ibu bapakmu
sudahi para pemain kata
bersilat tajam berkilah kejam

hentikan penyayat jantung
pembunuh hati
pengintai jiwa
karenamu bis amasuk penjara
bahkan neraka

Dupa 

Aku memuja bintang dari gugusan Barat ke Timur Laut
Di antara dayang-dayang keraton berbaju ungu
Dengan selendang putih susu berjuntai di bahunya
Terselip kamboja kuning di rambutnya
Meliuk bagai parade Barongsai
Mari kita pesta telanjang
Bakar dupa keramat mengepul
Secawan anggur dalam cangkir pusaka
Sesajen kurang di muka
Ah itu sudah biasa
Kembang setaman dalam kuil pusara
Meregang darah berbisa ayam betina
Hitam kelam berbulu lebat
Suuguhan lezat berbagi yang empunya
Datanglah....datanglah....
Persembahan suci Ki Jambang
Dari pesohor negeri selatan khatulistiwa
Di persekutuan tumbal pamungkas
Dupa menyala tebar aroma khas
Menari binal dalam kebisingan tabuhan gamelan
Menggelepar, terbelalak
Kehausan di tengah keringnya dahaga
Kelaparan dalam keserakahan
Sang pawang kian lincah bergumul dengan mantra
Asap membumbung menembus langit sejagat
Samaikan pesan dari Baginda
Agar bumi senantiasa aman sentosa


Neneng Kusuma, tinggal di Kunciran Mas Permai Pinang, Tangerang, Provinsi Banten

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Neneng Kusuma
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" Minggu 13 September 2015
'

0 Response to "Kepada Sepasang Bibir - Dupa "