Tapi - Lagu Tidur - Mungkin Akan Ada | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Tapi - Lagu Tidur - Mungkin Akan Ada Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:07 Rating: 4,5

Tapi - Lagu Tidur - Mungkin Akan Ada

Tapi

"Jalang itu menggigit bahuku," katamu
sambil menatap kuku tangan.
"Tapi ada luka gores
berhasil kubenamkan pada wajahnya."

"Cinta hanyalah semut pekerja,"
Hakim tua itu berkata
sebelum belati memasukimu
bagai warna magenta
memasuki retak di udara.
"Maka ia tak memerlukan dusta.
Tidak seperti aku, kau, dan Yosef
yang melompati jendela."

Di dalam lemari, tuhaku tak berbisik
dan aku tidak mendengarnya;
Hasrat, peristiw, dunia,
bunyi tapak, desir takut, air mata.
Ruang berubah warna.

Lagu Tidur

Pejamkan matamu, Setadewa
dan lihatlah: manusia tak selamanya
menguning, berjatuhan, berjauhan
seperti yang kau kira
waktu terjaga.

Angin kadang berpasir
dan cinta bisa menggores
telapak tanganmu,
namun sabarla, sabar seperti hijau,
seperti ajal, seperti para pengabar
memikul neraka pada pundak mereka.

Tujuh tamborin kaca
mekar dan gemerincing
di pucuk-pucuk pohon sakitmu,
serupa kesedihan--tetapi bukan.

Ada yang bukan keruh
mata kucing tua.
Ada yang bukan
putus asa.

Adakah kau mendengarkan?

Mungkin Akan Ada

Mungkin akan ada,
mungkin akan tidak ada,
kerdip cahaya yang lewat
pada detik terakhir
sebelum ia yang tak bisa dielak
menghamburkan pekat miasma
ke arah kita.

Dalam selubung tulah itu
kudengar desahmu
untuk terakhir kalinya:
Manusia mati
dan tak berbahagia....
Tapi kepada apa menuntut jawab?
Tinggal semesta lekas menguap
bak niat baik orang dewsa.
Sedang kehendal dalam diri
tak lagi bisa--
        Ada, namun tidak lagi bisa
        menggerakkan apa-apa.

Dea Anugrah tinggal di Jakarta. Buku puisinya, Misa Arwah (2015)

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Dea Anugrah
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Koran tempo" Minggu 13 September 2015

1 Response to "Tapi - Lagu Tidur - Mungkin Akan Ada"