Antar Nyata Ataukah Semu Belaka | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Antar Nyata Ataukah Semu Belaka Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 17:20 Rating: 4,5

Antar Nyata Ataukah Semu Belaka

ENTAH sebuah kebetulan atau bukan tapi ini adalah sebuah kenyataan, tepat pukul 7.14 malam listrik di daerahkupun padam, bersamaan dan ibaratkan mendakan suasana hatiku yang tak karuan, bagaimana tidak, hubungan yang  aku bina selama berbulan – bulan akhirnya harus kandas ditengah jalan tanpa meninggalkan seberkas kenangan, juga dengan alasan yang sebenarnya mengherankan yah akibat keegoisanku seorang.

Kisahku ini berawal dengan perkenalanku dengan seorang wanita idaman melalui media sosial chattingan, Blackberry Messenger (BBM) begitulah media sosial tersebut biasa disebutkan dan akrab dipanggilkan, sebuah aplikasi chatting instan produksi Blacberry Limited yang saking populernya membuat sang pesaing ikut menggandengnnya, Android adalah operation system (OS) yang selama ini menjadi saingan Blackberry OS selain IOS (iphone operation system), melihat kepopulerannya maka android dan IOS menggandengnya untuk ikut ambil bagian dalam struktur aplikasi softwarenya. Diluar dari hal itu aku sebagai seorang remaja yang tidak ingin ketinggalan hal ini, akupun mulai menggunakan aplikasi ini aplikasi chatting instan milik BBM limited ini. 

Aplikasi ini kini memberikan banyak pengalaman barubagiku, mulai dari chatting dengan teman –temanku, sampai teman – teman lamaku, bahkan beberapa  teman baru. Hingga akhirnya aku akarab dengan seorang wanita yang kukenal tanpa pernah bertatap muka, Anggi adalah nama wanita tersebut, wanita yang berada dalam satu pulau denganku namun berbeda wilayah, jarak antara tempat tinggalku begitu jauh dengan jarak tempat  tinggalnya, namun entah apa yang akhirnya memperkenalkan kita, hingga akhirnya bisa menjalin asmara.

Akhirnya kini aku menjalin kisah asmara dengannya  meski tak pernah berjumpa  namun sungguh adaa rasa cinta, yang entah datanng darimana, dan sebab karena apa, namun rasa yang kupunya benar – benar nyata tulus dari jiwa tanpa ada rekayasa, sulit memang bagi akal untuk menerima tapi ini lah realita, aku telah jatuh cinta bukan karena rupa dan wajah melainkan karena rasa peduli yang mesra dan rasa cinta yang indah. Fisik kini bukan utama, bagiku semuanya tak berguna kini aku telah di mabuk asmara, asmara yang benar – benar membahana.

Kini hari – har kulalui bersamanya dengan berbagai cerita indah asmara, meski kami tak pernah berjumpa tapi cinta kami tulus apa adanya dengan dilandasi saling percaya, meski aku tidak pernah tahu apa yang dilakukannya disana tapi aku selalu yakin dan percaya padanya karena itu adalah kunci satu – satunya dalam menjalani kisah cinta yang terpisah jarak jauh dengannya. Huft lucu, indah, mesra, meski terkadang serasa tak percaya bahwa ini semua nyata hari – hari kami dipenuhi kebahagiaan cinta meski terkadang terselip selisih paham sementara, namun tak pernah berujung duka, karena kami selalu saling percaya dan saling menjaga.

LDR (Long Distance Relationship) atau bisa juga di plesetkan Lelah Disiksa Rindu, begitulah sebutan atau panggilan dari type hubungan asmara yang kujalani kini, sebuah type hubungan yang benar – benar mengajarkan mengenai arti dan makna cinta sesungguhnya dimana semuanya dilanadasi dengan saling kepercayaan dan saling menjaga tanggung jawab, komunikasi yang aktif dan rutin adalah solusi paling serasi untuk menjaga hubungan ini, sebab semuanya tidak bisa kita amati.

Hari, mingu dan bulanpun terus berganti, berlalu bersama kami lewati, hingga akhirnya terkuat sebuah fakta yang menarik hati yang mengganjal selama ini, persembunyian jati diri. Yah itulah yang terjadi, ternyata selama ini dia mennyimpan banyak hal tentang data diri yang membuat hati ini menjadi miris sendiri namun, akhirnya ia sadar diri dan menciratakan semuanya kembali dengan keseriusan jiwa dan kejujuran hati, akupun kembali mempercayai hati, meski sedikit sakit hati namun karena cinta yang sudah ada di hati, akupun mempertahankan dia lagi, karena jujur aku sudah mulai cinta mati. 

Waktupun kembali terus berlalu, hingga akhirnya terpikir dalam benak dan jiwa untuk menjalin keseriusan hubungan cinta, akupun meminta pembuktian kepadanya dengan cara yang kuminta yang sebenarnya tidak seberapa dan tidak meimbulkan kerugian apa – apa jika dia melakukannya, akan tetapi semua tak semudah yang kukira, penolakan yang ku terima, dengan begitu besar kepalanya ia tak mau melakukannya, dan tetap dalam pendiriannya, emosi yang membara akhirnya memaksa ku untuk mengungkapkannya, akhirnya aku memilih putus dengannya, karena aku tak berani bertaruh untuk sesuatu yang belum nyata adanya. Sebelum rasa ini terus bertambah dan bertambah ada baiknya aku mengakhirinya, karena pada akhirnya aku tetap akan kecewa, meski maksudku sebenarnya untuk memperbaikinya namun hasil yang kuterima malah kerusakannya, tapi inilah jalannya, aku tak pernah menyesalinya, karena akhirnya semua telah berakhir jua, kini kisah ku dengannya tinggal lah cerita tanpa ada sebuah kenangan nyata, meskipun hubunganku dengannya hanaya sementara tapi ku yakin cintaku padanya selamanya. Akan tetapi inilah aku apa adanya jika keseriusan tak bisa anda buktikan, maka maaf aku memilih mundur, masa depanku masih begitu panjang, betapa meruginya saya jika harus bergelut dengan hal  yang semu selamanya, dan memperjuangkan hal yang belum pasti adanya.

Pesanku pada mu “terima kasih telah mewarnai hari – hariku, mengajariku berbagai hal baru, dan mengenai cinta sejati yang satu, kini aku tahu banyak hal baru bukan hanya mengenai cintamu tapi juga kelembutan hatimu, semoga Tuhan selalu disisimu dan mengiringi setiap langkah kakimu, aku akan selalu merindukan panggilan sayang yang spesial darimu, 3 kata terakhir untukmu aku sayang kamu”

Rujukan:
[1] Disalin dari karya I Gusti Ngurah Rama Iswara
[2] Dikirim langsung oleh penulis melalui eMail (Terimakasih dan penghargaan kami haturkan)

0 Response to "Antar Nyata Ataukah Semu Belaka"