theory of discoustic*: remix - mengantar ibu pulang | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
theory of discoustic*: remix - mengantar ibu pulang Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:58 Rating: 4,5

theory of discoustic*: remix - mengantar ibu pulang

theory of discoustic*: remix

1.

satu haluan
perempuan itu berdiri di bibir dermaga menatap kapal kayu
dikayuh menjauh. ke langit yang redup dia sesekali menghadap.
di matanya ada laut lebih luas. ganas dan mudah lepas.
sebagaimana hidup, laut telanjur kulayari. aku tidak mungkin
kembali sebelum tiba di seberang. sebelum kugapai pantai yang
lain. aku harus sampai. harus sampai, agar bisa kembali. aku
harus sampai. aku harus -
bagai pepatah lama tidak meyakinkan. peta hanya angan-angan
dan angin. di atas kapal seorang diombang-ambing gelombang
lain dari dada sendiri. bimbang dan nyali menyala dan padam
berkali-kali.
(lagi. dua orang merelakan diri masuk ke dalam bahaya dan
jarak.)

2.

negeri sedarah
ibarat berada di ruang unit gawat darurat. menjenguk kerabat yang sekarat. rumah sakit, kau tahu, jendela lain buat
memandang dunia. masa depan. masa lampau. masa depan.
datang bergantian seperti para pasien tidak memegang surat
pengantar dari kelurahan.
aku menyaksikan orang-orang berperang mempertahankan dan
mempertuhankan diri. kalian lawan, aku pahlawan. saling
mengkhianati demi apa pun yang mereka anggap kebenaran.
perihal yang diam-diam mereka ingkari berulang kali.
negeri dan keluarga terpecah. sejarah seperti bocah kecil dengan
balon warna-warni meledak satu demi satu di tangannya dan
orang-orang bernyanyi dengan riang. kehilangan dan kehilangan
dan seterusnya. iring-iringan mayat dan bising suara ambulan
memacetkan jalanan.

3.

lengkara
gunung-gunung biru. langit lapang dan selalu baru. udara dan
mata penduduk desa yang tenang. ternak-ternak gemuk dan
hamparan padi tumbuh jauh dari hama milik departemen
pertanian-dan hal-hal lain yang hanya bisa dipanen di dalam
mimpi.
jangan bangun. harapan para petani putus bertarung dengan perut
rakus orang kota. petak-petak sawah terjual. anak-anak muda
hilang ditelan sekolah dan pabrik milik tuan dari luar negeri.
petikan kecapi sayup. kebahagiaan yang tidak cukup. kesedihan
yang tidak sanggup menghibur diri. tidurlah. tidurlah kembali.

4.

alkisah
aku dengar suara jauh dari dalam mikrofon. seperti ombak yang
berulang-ulang memuntahkan diri. atau pertanyaan yang
bergema sebelum akhirnya habis memakan kata-kata sendiri. jika
kau anggap masa lalu sebagai bencana, apakah kau sanggup
hidup di masa depan sebagai pengungsi?
seperti keraguan yang selalu gagal menjadi puisi. perihal yang
selalu meminta dilengkapi dengan kemungkinan-kemungkinan.
(beri aku satu kata benda yang berarti kesunyian panjang seusai
ciuman perpisahan yang ringkas.)

* Theory of Discoustic adalah nama band folk dari Makassar.
Empat sajak di atas adalah interpretasi bebas atas lagu-lagu
berjudul sama dari minialbum kedua mereka, Alkisah (2014).

mengantar ibu pulang

aku ingin menulis surat. meminta maaf atas nama cahaya,
cermin, kaca jendela, dan segala yang tidak percaya kepada
matamu saat kau tidur. selamat pagi. apa kabar? kenyataan
adalah segala yang berkobar di antara dadamu dan inginku.
segala yang berkibar di antara anganmu dan tanganku. di tempat
sejauh dan sedekat ini, tidak ada yang nyata melebihi hal-hal
yang kabur dan mustahil disentuh. apakah aku sedang tidur di
mimpimu? mencintaimu adalah menenggelamkan diri ke dalam
lautan hal kecil yang memiliki kekuatan besar membuatku
bersedih. setiap waktu. atau-aku takut kedalaman, kau tahu-
menyaksikan hamparan hutan dari udara dan menyadari seluruh
yang tampak hijau adalah kepedihan. aku curiga pesawat
terbang ini sengaja diciptakan sebagai cara lain memusnahkan
manusia dari bumi. rumah terakhir bagi seorang yang kucintai
ialah ingatan. memiliki kehilangan ialah bukti aku tidak berhenti
mencintaimu. apakah kau akan berdiri di depan pintu saat aku
tiba, seperti biasa, merentangkan sepasang lengan yang selalu
berharap ditubuhi?


M Aan Mansyur bekerja di Komunitas Ininnawa, Makassar. Buku puisinya antara lain Tokoh-tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita (2012).


Rujukan:
[1] Disalin dari karya M Aan Mansyur
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kompas" Minggu 11 Oktober 2015


0 Response to "theory of discoustic*: remix - mengantar ibu pulang"