Variasi Pagi - Variasi Caruban - Variasi Imigran | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Variasi Pagi - Variasi Caruban - Variasi Imigran Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:35 Rating: 4,5

Variasi Pagi - Variasi Caruban - Variasi Imigran

Variasi Pagi

matahari di sebalik kabut,
shubuh enggan beranjak

Setapak sisi rerimbun bambu
: pagi masih berembun

kericik air di pangkal pancuran
angin dingin meesap

buliran malai padi membernas
: basah. leleh keringat

angin melantang daun bergoyang
: tetes keringat runtuh

bergegas pergi, menyusuri pematang
dan mencegat bus

2015

Variasi Caruban (1)

bongkahan batu, jalur tanah-
disambung jembatan gantung

jalan makadam mengikat rindu
: galau menunggu panen

rumput di tepi saluran, embik
kambing di dalam lambung

bunga turi dan daun tela disiram
air sambal kacang

bertahun tubuh dipiut, ruh
keriput di tengah usia

di batu-batu tertera huruf-huruf
: di-angon lapar

dan nafas, bagai kentut, membawa
perih asam lambungnya

2015

Variasi Caruban (2)

dan kelahiran bertanda liang
lahat: kubur placenta

lantas rentangan panjang lapar
direndam telau keringat

denging tongeret pada dahan
cempedak. kemarau nanar

jalan simpang ke kuburan-
ke jalur pintas. gantung diri

apakah ada reinkarnasi? jelma
menjadi anjing?

antara lahir dan mati: lapar
tetap sepanjang usus

ruh gemetar, yang hidup butuh
kenduri, makan serta doa.

2015

Variasi Imigran

data ktp sunyi, ketika di-scan
terbaca: alien

aku berasal dari mana? rentangan
rel ratusan mil

berangkat petang tiba pagi, tersuruk
ke waktu lain

apakah kita satu silsilah? engkau
melengos-bungkam

dan derap roda kereta sepertinya
menuding: kau kau...

tolong dicatat: mati dalam terbuang
--berkalang sunyi

sendiri lagi. kembali jadi angin
: semesta hampa

2015


Beni Setia, pengarang


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Beni Setia
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" Minggu 25 Oktober 2015



0 Response to "Variasi Pagi - Variasi Caruban - Variasi Imigran"