Di Kaki Geulis - Sepanjang Pasar Baru - Manglayang | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Di Kaki Geulis - Sepanjang Pasar Baru - Manglayang Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:43 Rating: 4,5

Di Kaki Geulis - Sepanjang Pasar Baru - Manglayang

Di Kaki Geulis

Apa namanya ketika rumput dan pinus 
menerbangkan bau tubuhmu 
Lekuk bukit dan rumpun sawah membentang, 
Menjelma altar kegembiraan yang dulu sering kita 
bayangkan 

Liku jalanan ini membangun jembatan-jembatan 
kerinduan baru 
Sebelumnya, almanak berlalu begitu saja, 
Menebar benih dendam, kadang tangisan 
Tapi lebih sering dentuman pada dada yang gersang 

Ini perjumpaan yang manis setelah beratus-ratus 
angka 
Kita lewati dengan berbungkus-bungkus cemburu 
Akhirnya aku bisa menebus segala rindu 
Di lesung pipi dan embun yang gugur di tiap kedipan 
matamu 

Di kaki geulis, kita berjalan buru-buru sekali, 
Katamu, sengaja mengejar sunyi yang lebih dulu 
meninggalkan kita 
Sepanjang waktu-waktu yang lalu 
Maka, aku tak bisa menggugat apa-apa 
Selain diam dalam genggaman tangan 
Dan senyummu yang petang 

Jatinangor, 2015 

Sepanjang Pasar Baru 

Siang yang terik, orang-orang berkerumun 
Menjinjing ingatan, keinginan, kerinduan, 
Kebencian sambil menghambur-hamburkan 
pertanyaan 
Sepanjang jalan yang diisi replika masa lalu 

Lensaku dipenuhi montase 
Ia mengantar berbagai kenangan 
Untuk pertama kali, kau menelan mentah-mentah 
sepi 
Yang menahun di antara jari tanganku 

Udara ketika itu, seperti detak jantung 
Lebih riuh dari badan angkutan kota 
Aku masih ingat bagaimana kau meluruhkan 
segala rindu 
Dan dengan sigap mengisi separuh dadamu 
Untuk perpisahan selanjutnya 

Aku lalui lagi jalan ini, 
Kau masih di situ, menatapku dari jauh, 
Melambaikan tangan pada perpisahan, 
Lalu melambaikan tangan sekali lagi untuk 
pertemuan yang sebentar 

Jatinangor, 2015 

Manglayang

Aku datang sebagai perantau di tubuhmu, 
Tapi tak berbekal apa-apa 
Kedatangan yang tiba-tiba ini 
Sekadar berkunjung, 
Menjenguk aroma kulit dan napasmu 

Aku datang sebatas berpegang dengan seseorang 
Menyusun perca-perca waktu 
Yang menua 
Di antara kulit dan kuku 
Rindu lebur di dalamnya 
Merahasiakan dendam 
Mungkin juga gugatan 

Setelah ini, kami pulang 
Tanpa kenangan 

Jatinangor, 2015 


Sartika Sari: Kelahiran 1 Juni 1992. Sejumlah karyanya (Puisi, cerpen, artikel, cerita anak, dan esai) terbit di sejumlah media cetak seperti Waspada, Medan Bisnis, Analisa, Mimbar Umum, Buletin Jejak, Suara Pembaruan, Sinar Harapan, Riau Pos, Haluan Padang, Majalah Sabana, Indopos, Kompas, Horison, Lampung Post, Suara Merdeka, Media Indonesia.



Rujukan:
[1] Disalin dari karya Sartika Sari
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" Minggu 22 November 2015


0 Response to "Di Kaki Geulis - Sepanjang Pasar Baru - Manglayang"