Kao Bodak yang Berjalan Lamban - Tangan Pengendong Mengarang | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Kao Bodak yang Berjalan Lamban - Tangan Pengendong Mengarang Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:27 Rating: 4,5

Kao Bodak yang Berjalan Lamban - Tangan Pengendong Mengarang

Kao Bodak yang Berjalan Lamban 

kao bodak mendengkurkan kaki
pada sebongkah tanah
sesekali kepalanya
melirik taman, kayu kandang
dan hijau rumput di cekungan

kao menarik pandangan
bilamana ia ingat pada ketiadaan
kecemasan selalu lengang
ucapnya berulang-ulang
sesekali dikibaskan ekornya
ke tempat paling tinggi

segurat lazuardi, sehitam tanah
tampak matanya biru
memancarkan geletar
perjalanan yang lamban

kao hanya takut di tengah jalan
dilumpuhkan cuaca
kepalanya disembelih waktu
dan melupakan siasat doa:
kesalahan paling dalam
adalah kekalahan di tengah jalan

2015 

Tangan Pengendong Mengarang 

: I. Liani 

pengendong merasa asing
bilamana pagi datang di kelingking

ia berjalan ke arah ladang
merasakan dadanya sesegar pagi
menyaksikan waktu tumbuh seperti kuku

pijakan tangan yang ragu-ragu
selalu melesap di ujung waktu
aku ingin meraba usia
menangkap aroma rambut
yang kian kusut.

pengendong menyentuh mulut
menanti ciuman paling lembut:

tunggu dulu, sudahkah sampai ke suluk
di sana kau boleh memeluk.

lantas pengendong keluar sarang
menatap tangan yang mengarang.

2015 


Mohamad Baihaqi Alkawy, lahir di Toro Penujak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Mei 1991.Selain esai juga banyak menulis puisi. Puisinya tersiar di beberapa media. Juga tersimpan dalam buku Antologi 22 Penyair NTB, Dari Takhalli sampai Temaram (2012), Antologi Penyair Nusantara, Indonesia dalam Titik 13 (2013). Telah menerbitkan buku Antologi Esai Tuan Guru Menulis, Masyarakat Membaca (2014).

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Mohamad Baihaqi Alkawy
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" Minggu 8 November 20015

0 Response to "Kao Bodak yang Berjalan Lamban - Tangan Pengendong Mengarang"