Kota Sunyi - Pangeran Sukowati - Di Telaga Matamu - Lanskap Senja | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Kota Sunyi - Pangeran Sukowati - Di Telaga Matamu - Lanskap Senja Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 08:00 Rating: 4,5

Kota Sunyi - Pangeran Sukowati - Di Telaga Matamu - Lanskap Senja

Kota Sunyi

kota tua, sunyi tak berpenghuni
sepenuh hari adalah temaram
sesekali tampak sekelebat bayangan
di bawah pendar cahaya
lalu menghilang di simpang jalan
sesekali terdengar suara-suara aneh
dari gudang samping kedai kopi
serupa tarikan nafas orang sekarat

dari kejauhan muncul kuda jantan
perempuan muda penunggangnya
berhenti di depan kedai kopi
perempuan itu masuk
tak lama kemudian
terdengar suara jeritan, lalu sunyi

teropongku masih tertuju ke arah itu
tiga pria bertubuh besar
datang berjaga di depan kedai kopi
dua orang bersenjata lengkap
berdiri tegap
seorang lagi hanya mondar-mandir
setiap orang yang datang
langsung diseret ke dalam
lalu terdengar jeritan, lalu sunyi

aku semakin gemetar memegang teropongku
nafasku melaju, seperti hendak menarik
sepenuh ragaku
tapi tiba-tiba lengan kiriku ada yang menarik
tubuhku terpental ke belakang
pria bertubuh besar itu menyeretku
turun, lalu masuk ke kedai kopi itu
kulihat puluhan mayat beku berserakan
darah berceceran di mana-mana
"jangan.. jangan bunuh aku" rontaku
pria itu mencambukku, dan terus mencambukku
"jangan.. jangan bunuh aku" pintaku
"tidak, karena sesungguhnya kau telah mati" katanya

2014

Pangeran Sukowati

bagi: sus hardjono

akulah tonggak perlawanan
dari sisa pohon peperangan
yang telah terbawa angin
bumi sukowati

aku masih berdiri di sini
di tanah muram yang terendam kelam
di antara jejak-jejak sepi
para prajurit mangkubumi

di tingkir kita menyingkir
menghitung jumlah senjata
membuka peta buta
dan menyiapkan pasukan

di wonosari
tekad masih menyala
membawa para prajurit
melewati karangsari, ngerah,
butuh, pandak, dan karangnongko

akulah pangeran sukowati
menakluk kompeni
dengan perjanjian giyanti

2012


Di Telaga Matamu

bagi: wa ode wulan ratna

mawar di hatimu
jangan layu oleh waktu
rindu di nadimu
tetaplah berdenyut merdu
senandungkan cinta di jiwa
dan biarkan aku
berjaga di telaga matamu

2013

Lanskap Senja

lanskap senja bertabur cahaya
meremang kemerahan
              tersapu angin
kenangan yang menggenang
di dermaga tua

ranting peristiwa meranggas kelam
              memilin sunyi kita
menghitung jejak
yang telah tertinggal
              di ujung waktu

2013

Joshua Igho, lahir di Magelang, Jawa Tengah. Merupakan salah satu penyair yang tergabung dalam Komunitas Negeri Poci dan Gerakan Puisi Menolak Korupsi. Buku puisinya Nyanyian Kemarau (SmartPro, 1999)



Rujukan:
[1] Disalin dari karya Joshua Igho
[2] Pernah tersiar di majalah Horison edisi November 2015. Arsip dikirim langsung oleh penulis melalui eMail klipingsastra (Terimakasih dan penghargaan kami haturkan)

0 Response to "Kota Sunyi - Pangeran Sukowati - Di Telaga Matamu - Lanskap Senja"