Sajak Akhir Masa | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Sajak Akhir Masa Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:39 Rating: 4,5

Sajak Akhir Masa

Disaat rembulan tertutup kabut malam
Dan cahaya obor yang menyala tak biasa
Sebuah sajak kutulis berawalkan salam
Sajak tentang akhir masa

Cahaya zaman yang mulai meredup
Dan jantung kota yang tiada henti berdegup
Moralitas generasi muda yang carut-marut
Menikmati masa dengan tak patut

Bencana datang mengikis masa
Kabut asap di udara yang menyesakkan dada
Gempa datang,lalu menyapa dengan memporak-poranda
Inikah tanda dunia sudah tua?

Tikus-tikus berdasi yang punya jabatan
Duduk di lembaga pemerintahan
Memeras keringat rakyat tanpa kasihan
Mendapat hukuman hanya sebulan

Waktu yang datang begitu singkat terasa
Seperti sabda nabi Rasul mulia
Akan datang akhir masa
Ketika waktu sehari seperti lamanya membakar daun kurma

Pelita masa pun kini banyak yang tiada
Meninggalkan dunia yang berkalang dosa
Kemanakah kita hendak belajar ilmu agama
Jika 'Alim Ulama telah berpulang pada yang maha kuasa

Hanya tanda kiamat kubra yang belum menyapa
Mencabik-cabik umat di akhir masa
Kita berdo'a agar tak dapat melihatnya
Dan dijauhkan dari perbuatan para pendosa.

Pulau Weh,12 November 2015.


(Muksal Al Faruq,adalah nama pena dari Muksalmina.Lahir di Sabang,16 November 1997.Santri di dayah Ulee Titi,Siron Lamgarot,Aceh besar.Anggota Forum Lingkar Pena kota Sabang.Beberapa karyanya pernah dimuat di media lokal dan nasional.Tinggal di jalan Lanud Maimun Saleh, desa Ujong Kareung,kota Sabang,Aceh).

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Muksalmina
[2] Apresiasi dan terima kasih kepada penulis yang telah berkenan mengirimkan karyanya

1 Response to "Sajak Akhir Masa"

Muxsalsabang said...

Terima kasih sudah dimuat.salam sastra!