Jaelangkung - Dunia Kupu-Kupu | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Jaelangkung - Dunia Kupu-Kupu Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:31 Rating: 4,5

Jaelangkung - Dunia Kupu-Kupu

Jaelangkung

Ayo kita kerjain
Iblis syeitan ilu-ilu banaspati rambut geni
di masing-masing kita punya dunia
Yang suka muncul dari rasa iri, dengki dan dekil hati
Kita kerjai dengan cara
Sok serius di tengah kehidupan yang sedang dipenuhi
permainan-permainan
Sok main-main manakala keadaan diwarnai
keseriusan yang meragukan
Dengan demikian makhluk-makhluk
yang juga kesayangan Tuhan itu
Sibuk dengan keasyikannya sendiri. Yakni
Keasyikan dengan pertanyaan sepanjang masa
Kehidupan penuh pergulatan ini
Demi keseriusan atau demi suatu permainan
Semuanya itu tak lain agar mereka terjauhkan
Dari urusan silaturahmi kita dengan para manusia.
Dengan kata lain
Dari kaca mata puitika ternyata
Dendam, iri dan dengki adalah
Jaelangkung yang datang tak diundang dan
Pergi tak diantar
2015

Dunia Kupu-Kupu (II)

Dilihat dari kaca mata puitika
Kupu-kupu lebih relijius dari manusia
Tak pernah ada unjuk rasa karena tak punya sentimen
Karena tak punya gigi, maka tak ada istilah mempertajam gigi
Untuk saling brakot saling gigit
Juga tak ada kehebohan yang mencekam
Karena masing-masing ngurusi dirinya sendiri
Tak ada yang satu menuntut yang lain
Hanya karena selera sepihak
Mereka lebih suka menuntut dirinya sendiri
Tak ada tinngi hati tak ada rendah hati
Karena setiap sosok membungkus rapi tinggi rendah hatinya
Tak ada kalah tak ada menang
Karena setiap sosok adalah kemenangan sekaligus kekalahan

Dari kaca mata puitika
Dunia kupu-kupu ibarat dunia para sufi
Mereka menebarkan keindahan tanpa banyak tingkah
Tapi dunia mereka
Dunia diam, dunia senyum dan ikhlas
Tiada tara
2015


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Fauzi Abdul Salam
[2]Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" 6 Desember 2015

0 Response to "Jaelangkung - Dunia Kupu-Kupu"