Peta Surga - Gadis Kecil di Pinggir Jalan - Pergumulan - Sajadah | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Peta Surga - Gadis Kecil di Pinggir Jalan - Pergumulan - Sajadah Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:37 Rating: 4,5

Peta Surga - Gadis Kecil di Pinggir Jalan - Pergumulan - Sajadah

Peta Surga

berita dan cerita tentang surga
telah kau beberkan
lewat pengajian dan khotbah
tapi semuanya tak lengkap
karena peta surga tetap gaib

sebetulnya kita rindu surga
setiap kali membayangkannya
meskipun tak pernah melihat petanya
betul-betul ajab

pernah kucoba membuat peta surga
tapi tak pernah selesai
selalu ada yang sulit terbayangkan
seperti wajah sang pencipta

jangan-jangan peta surga itu di hati
ya, di dalam hati setiap manusia
yang kelak baru akan terbaca
setelah mati?

Kota Garut, 2015

Gadis Kecil di Pinggir Jalan

Gadis kecil di pinggir jalan
Berdiri sendirian
Seperti hendak berpesta
Ada pelangi di wajahnya

Aku menghentikan mobil
Tepat di depannya
Gadis kecil itu memnadangiku
Matanya menyimpan banyak cerita
Tentang kehidupan yang mengharu
Antara desa-desa dan kota-kota

Kusodorkan segelas air minum
Gadis itu tersenyum-senyum
Kusodorkan selembar uang
Matanya tiba-tiba jalang.

Kota Garut, 2015

Pergumulan

Berjalanlah di tepi kiri
Jangan di tepi kanan
Karena di sini bukan seperti di sana
Arah mudah berubah
Peta sering menipu
Pulau-pulau tak seperti yang digambarkan
Persawahan dilipat seperti kertas
Gunung-gunung berduyun ke luar negeri
Kita tak pernah mengerti
Hanya bisa bertanya-tanya
Dan bergumul dengan mata buta warna
Semua kata menjadi asing di telinga.

Sajadah

Seharusnya aku malu bersujud di atas sajadah
Karena manusia dari tanah kembali ke tanah
Karena debu sebenarnya bukan kotoran
Bahkan bisa mengabadikan kecantikan

Tapi bersujud di atas sajadah terlanjur banal
Dan sajadah-sajadah terus menerus dipertebal
Di setiap masjid dan surau-surau
Maka Tuhan terasa semakin jauh

Diam-diam aku sering merasakan
Betapa sajadah telah menjadi pagar
Yang memisahkan manusia dengan Tuhan
Maka kenikmatan ibadah terasa hambar

Diam-diam sajadah memperbodoh diriku
Agar tak bisa menghargai aroma debu
Yang selalu mengingatkan tentang kematian
Yang pasti bakal tiba kapan-kapan.

Kota Garut, 2015


Ngatini, lahir di Garut 25 Januari 1985


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Ngatini
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" Minggu 13 Desember 2015


0 Response to "Peta Surga - Gadis Kecil di Pinggir Jalan - Pergumulan - Sajadah"