Sajak Sepatu Tua - Kisah di Musim Dingin - Ballada TKW - Sabda Pandita Raja - Anak Singkong | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Sajak Sepatu Tua - Kisah di Musim Dingin - Ballada TKW - Sabda Pandita Raja - Anak Singkong Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:00 Rating: 4,5

Sajak Sepatu Tua - Kisah di Musim Dingin - Ballada TKW - Sabda Pandita Raja - Anak Singkong

Sajak Sepatu Tua

Sepatu tua telah menggila
Ketok-ketok sendiri dalam langkahnya
Meski tanpa kaki
yang menjangkahnya dalam senja

Sepatu tua telah menggila
Berilusi dalam kadar waktu yang dia punya
Yang berharap, ada kaki yang menjamahnya

Ah, sepatu tua telah terbaring
Usai semir hitam menyelimuti kulitnya yang berdebu
Pulas, lagi mendengkur....
Sepatu tua:
Tak lagi terdengar ketok-ketok langkahnya

Rabat, 28 Oktober 2015

Kisah di Musim Dingin

Musim dingin adalah musim kawin
Beranak pinak
Penuhi rumah dengan suara tangis anak

Tak perlu suntik KB, IUD, pil, ataupun kondom
Cukup jaket tebal dan kaos kaki idaman
kaos kaki yang di tiap jarinya bolong melompong

Musim dingin adalah musim peruntungan
Tentang simpanan makanan dan simpanan
pasangan
Tak perlu tengok tetangga kanan kiri
Cukup berdiam diri di rumah
Membuncitkan perut sebagai pengganti gen-
derang

Musim dingin adalah musim perjanjian
antara akal sehat dan klenik sesaji
antara teori kebenaran dan laksana kejahatan

Dan di musim dingin ini
Selimut tebal terlipat rapi

Rabat, Musim Dingin

Ballada TKW

Tersimpan paspor di rumah majikan
Gaji lima bulan belum dibayar
Makian dan pukulan jadi sarapan

Aku ingin pulang
Tak ada jalan keluar
Gembokan pintu dan tembok tinggi jadi pengha-
lang
Dan kabur adalah solusi pilihan

Kini hanya makan dan tidur tak ada kerjaan
Mengantongi lemak untuk oleh-oleh pulang

KBRI Rabat bersama para TKW Ilegal
31 Oktober 2015

Sabda Pandita Raja

Raja bekehendak
Roti bantal terjual murah
Dari pengemis hingga golongan kaya

Raja berkehendak
Hanya dua keping recehan
Mampu mengenyangkan perut sekali makan

Titah perintah
Tak bisa dibantah
Sabda Pandita Raja

Rabat, Pada Akhir Bulan

Anak Singkong

Jangan kau cari singkong di sini
Duduklah, nikmati roti itu!

”Aku mau makan” katamu

Mereka melongo melihatmu, melihat meja di
depanmu
Bulatan roti dan lauk telah disiapkan
Namun kau masih saja berteriak
Aku mau makan lagi-lagi kau mengucap itu

Mereka masih melihatmu
Menerka-nerka makanan apa yang kau makan
Bulatan roti dan lauk masih utuh
Belum juga kau jamah

Jangan kau cari singkong di sini
Jika kau tak ingin lalat mengelilingmu
Bangkai tubuh yang kelaparan
Rabat, Bersama anak singkong


Wati Istanti, staf pengajar jurusan BSI Unnes


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Wati Istanti
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suaar Merdeka" Minggu 6 Desember 2015


0 Response to "Sajak Sepatu Tua - Kisah di Musim Dingin - Ballada TKW - Sabda Pandita Raja - Anak Singkong"