Doa Lilin Terbakar - Tangis Awal dan Akhir - Cukup Mawar Merah - Waspadai Penyamaran | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Doa Lilin Terbakar - Tangis Awal dan Akhir - Cukup Mawar Merah - Waspadai Penyamaran Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:42 Rating: 4,5

Doa Lilin Terbakar - Tangis Awal dan Akhir - Cukup Mawar Merah - Waspadai Penyamaran

Doa Lilin Terbakar

rapuh-rapuh, putuslah benang kusut
agar batok kepala tak berkabut
pergi dna bunuhlah para lansia itu
perkasa hadirlah segera. Wahai raksasa jiwa
santaplah aku yang berapi membara
demi kalori yang membaja
di balik dada

dan lilin besar pun menyala
membakar jiwaku seterang semesta
sampai nyawa penghabisan

Tangis Awal dan Akhir

Kembali mendekatlah, sayang
tangis pertama yang kubawa
ketidakberdayaan saat lahir
yang hendak dikembarakan, menyusul
setelah menunda kematian

ya, aku rindu tangis awal itu itu
bukan tawa yang yang melenakan
saat kembali padaMu

Cukup Mawar Merah

hanya mawar merah saja
dalam setiap ziarah dan doa
karya jasa yang harum
mewangi yang ditinggalkan
dan berani menghadapi maut

aku bukan pengemis, dalam doa
yang terjebak di antara surga-neraka
yang entah, otakku tak mampu membaca
siksa abadi atau nikmat yang kekal
cukup saja jejak keharuman, dan
berani menyongsong misteri

Waspadai Penyamaran 

mungkin cuma tanda di kulit manggis
yang tak pernah ingkar janji. baju-baju putih tidak
menjebak mata-mata rabun pencinta berhala
yang diperankan aktor, senantiasa
menawarkan madu di balik air tuba
dengan tampilan santun dan sahaja
waspada!

Pangandaran, Januari 2016


Otang K Baddy atau Otang Kamaludin. Selain berpuisi juga menulis cerpen di sejumlah media cetak, tinggal di Pangandaran, Jawa Barat.


Rujukan:
[1] Dislain dari karya Otang K Baddy
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 17 Januari 2016




0 Response to "Doa Lilin Terbakar - Tangis Awal dan Akhir - Cukup Mawar Merah - Waspadai Penyamaran "