Kambuh - Gelap - Pertemuan Pertama | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Kambuh - Gelap - Pertemuan Pertama Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:25 Rating: 4,5

Kambuh - Gelap - Pertemuan Pertama

Kambuh

     Engkau pergi meninggalkan alamat buram. Sakit meningkat. 
Sebagian obat-obatan tak sempat tertelan. Sebagian tak sempat tersentuh tangan. 
Setiap orang mengaku sebagai Si Ahli mempersempit ruang gerak Si Sakit.
Sakit selalu minta posisi di depan.
   
     Sedang Si Sembuh berada jauh di belakang di belakang
Ruang Rawat Inap yang disembunyikan. Selalu dirahasiakan
dari kunjungan Saudara, teman. Tetapi terbuka lebar
untuk para selingkuhan

Winong Pati , 2015

Gelap

Wujud ditiadakan.
Bayangan di-Ada-kan
Bayangan diposisikan
Ditinggikan
Segalanya rapi tersimpan
Pada Cahaya Putih; Mati-matian melawan !
Winong Pati, 2015

Pertemuan Pertama

Pertemuan kita terjadi begitu saja tanpa rencana.
Spontanitas tetapi ini awal dari segala-galanya.Aku memulai
dari diri-ku dan Kamu memulai dari diri-mu. Langsung
tanpa perantara. Untuk pertemuan ini:

Tak ada pengantar acara atau upacara pembukaan, Atau
sekadar kata dan kalimat penyerta. Semua berjalan secara
alamiah saja, Awal dan akhirnya jangan diberi tanda:
Tempat, hari, tanggal dan jam berapa. Mengalir saja.
Seperti air; Mengalir dari tempat yang Tinggi menuju tempat
yang Rendah. Sebagaimana kesepakatan kita dulu.

Tak perlu memilih mana yang lebih penting mana pula
yang kurang penting. Yang perlu dicatat dan diingat
adalah; Semua diawali dengan hal-hal yang biasa-biasa saja.
Kapan ada waktu dan kesempatan untuk bertemu.
Kapan saatnya berpisah untuk melepaskan jerat pengikat
waktu.

Aku kembali ke diri-ku. Kamu kembali ke diri-mu.
Ucapkan kata berpisah sebelum jemu jadi belenggu.

Komunitas Sastra Asam Jawa, Winong Pati, 2016



Rujukan:
[1] Disalin dari karya Susanto Sagipah
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 24 Januari 2016 


0 Response to "Kambuh - Gelap - Pertemuan Pertama"