Maaf, Aku tak Menyambutmu! - Menggulung Almanak Usang - Lebur Bersama Jiwa | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Maaf, Aku tak Menyambutmu! - Menggulung Almanak Usang - Lebur Bersama Jiwa Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:19 Rating: 4,5

Maaf, Aku tak Menyambutmu! - Menggulung Almanak Usang - Lebur Bersama Jiwa

Maaf, Aku tak Menyambutmu! 

:2016 

Maaf, aku tak mengucapkan selamat datang
sebab kau hadir malam-malam tanpa sapa
memaksaku membukakan pintu-pintu
padahal aku ingin cepat-cepat melarut mimpi

Maaf, aku tak ingin menyambutmu
lantaran selalu saja sama tanpa jeda
kau melumat dekap waktuku
padahal aku selalu ingin berlari mengejar mimpi

Demikianlah, ketika gelap menggores sunyi
pendar-pendar bunga api memercik
sementara suara-suara asing memekik
aku tenggelam di belantara kata mempuisi
tak peduli kau hadir mengoyak malamku
lalu tergelincirlah almanak
sebagai penanda pengembaraan berikutnya

Sungai Putih, 1 Januari 2016 

Menggulung Almanak Usang 

Di tepian tak bernama
aku mengeja sepi
menyaksi angka-angka berguguran

Luruh malam mempualam
aku semakin tenggelam
menyaksi kisah-kisah berlompatan

Manakah cerita yang tersisa
pada gelapnya malam ataukah benderang matahari
yang tercatat pada almanak usang
menghablur njelma prasasti
melebur sanubari

Meletak jejak setiap waktu terkelupas
pada sengketa deret aritmetika
menjadi tanda gelap, gerimis, dan badai
larut menghunjam kabut tak bertepi
dan air mata

Di hunian tak berbatas
aku menanak senja
menyaksi teja-teja bertebaran

Lusuh jiwa membuai
aku semakin lalai
menyaksi hari-hari berjatuhan

Maka, gulung saja semua luka
lalu kemas njelma riwayat
menjadi mula cerita selanjutnya

Sungai Putih, Ultimo Desember 2015 

Lebur Bersama Jiwa 

Laut, tikam aku!
Pada hunjam kedalaman tak bertepi
meluluh jiwa

Begitulah angin muson meretas nyiur membadai
menggelorakan lagi ziarah para pengelana
membaur lumat dinding-dinding aorta
sementara desir memasir mengelupas
sejarah penjelajah Nusantara
menyimpul tanda Samudra Hindia-Madagaskar

Laut, telan aku!
Pada gelombang berombak pancaroba
melantak sukma

Demikianlah Sriwijaya-Majapahit menakluk pukau
bagi Siam-Ayodya hingga India dan China
seperti juga Pati Unus satria Demak perkasa
mengukir gelora samudra raya
menyejarah pada kitab-kitab purba
di bibir Selat Sunda ujung barat Jawa
Banten menyeruak laut menyublim darah
pada setiap jejak Sultan Ageng Tirtayasa
menggemuruh riuh pelabuhan-pelabuhan dagang
kapal-kapal seribu pataka membuang sauh
lantas masyhurlah hikayat riwayat itu
melumer sanubari

Maka, membuih gejolak sekujur raga
lebur bersama jiwa
mengalirkan lagi jiwa-jiwa bahari

Sungai Putih, Medio Desember 2015


Jen Kelana, merupakan nama pena M Jainuri yang lahir di Nganjuk (Jawa Timur). Ia besar di Sumut dan Jambi, menulis puisi, cerpen, feature, esai, artikel, dan karya ilmiah. Puisi dan cerpennya terangkum dalam antologi tunggal dan bersama.


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Jen Kelana
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" Minggu 17 Januari 2016

0 Response to "Maaf, Aku tak Menyambutmu! - Menggulung Almanak Usang - Lebur Bersama Jiwa"