Yang Datang dari Pikir ke Bibir - Anak Bencana - Penyair Muda - Luap Laut | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Yang Datang dari Pikir ke Bibir - Anak Bencana - Penyair Muda - Luap Laut Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:58 Rating: 4,5

Yang Datang dari Pikir ke Bibir - Anak Bencana - Penyair Muda - Luap Laut

Yang Datang dari Pikir ke Bibir 

Bagaimana mengatakan semua yang datang dari pikir ke bibir?
Jika ucap kebenaran mencipta kekacauan.
Sedang bicara kebohongan menyimpan petaka.
Sementara kemiskinan terus memblokir jalan mandiri.
Dan kebodohan menutup laju demokrasi

Anak Bencana

Di antara serakan daun-daun sampah.
Anak-anak bencana menangis di layar kaca.
Terjebak dalam lebam luka.
Bersimbah darah duka nestapa.
Gemetar dalam antrean panjang bencana.

Orangtuanya dijemput gelombang.
Tersembunyi timbunan reruntuhan gempa
Larut hilang dalam banjir bandang.
Menjadi arang abu dalam kobaran api.

Anak-anak bencana dalam rekaman kusam.
Hilang saat televisi dimatikan.
Tinggal tangan-tangan yang menggapai.
Yang teringat bagai hantu dalam mimpi.

Penyair Muda

Membelah ramai kota.
Di antara kesibukan manusia menata usaha
Penyair muda menyusuri kaki lima
Mmebuka lembaran buku tua,
Di toko buku sederhana
membeli sesuatu yang murah saja
Ia tak mengharap serbaada
Sebab hidup adalah karya.

Luap Laut

Ada yang terjadi di dalam gerak lambat.
Laut yang berubah, bumi yang menyempit.
Tanpa bisa diubah
Kita memanaskan dunia.

Anak generasi lahir.
pada permukaan laut meninggi.
Luap laut.
Menenggelamkan kita.


Beladiena Hardiani, mahasiswa Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Beladiena Hardiani
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" Minggu 17 Januari 2016



0 Response to "Yang Datang dari Pikir ke Bibir - Anak Bencana - Penyair Muda - Luap Laut"