Dengan Debu - Nocturno - Entah | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Dengan Debu - Nocturno - Entah Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:39 Rating: 4,5

Dengan Debu - Nocturno - Entah

Dengan Debu 

Dengan debu, 
terus kau pukuli kepalaku. kau tarik 
tarik lenganku, 
kau pangkas ingatan 
ingatanku, tentang sayap sayap lampau, 
sampai pada akhirnya, 
aku lupa akan semua yang tak pantas kulupa, 

dengan debu, 
kau sapu teras rumahku. kau basuh 
kain layar sampanku yang lusuh, 
“biar kau tak bisa melayang jauh,“ katamu, 
kemudian bersauh.
lalu dari celah pintu, 
kau intip kesunyianku, 
kesunyian ujung-ujung tali, 
yang kuikatkan di leher sendiri, 
saat belajar berdiri 

Yogya, 2015 

Nocturno 

Apa yang bisa diceritakan malam, 
selain tentang kisah yang patah-patah 
: hati patah, hujan patah, langkah kaki patah, 
dan malam ini, 
kita adalah sungai, 
dengan muara patah.

serupa lilin, 
tubuh kita berpendar, sesekali meliuk, 
setengah melingkar, 
lalu melucuti dirinya sendiri, 
hingga tampak segala isi 
: sunyi 

api yang dinyalakan purnama, 
ialah jawaban dari segala sansai, 
segala usai, 
meski kenyataannya, belum dimulai 

Yogya, 2015 

Entah 

Entah, 
aku harus menyebutmu apa: 
aksara yang tak kenal suku kata, 
aku pun tak pernah tahu, 
dari mana asal usulmu: 
sebuah batu ataukah ampas karaman perahu 
ah, kubiarkan saja engkau tetap seperti itu 

aku mengenalmu, 
dari taman penuh bunga, 
dan kersik daun akasia, 
bukan di kota yang pikuk, 
dan tepi sungai yang pernah kukutuk 

mungkin tak lagi perlu, 
aku tahu ke arah mana, 
kau menebar sauh, 

sebab tak semua kenapa, 
harus berhujung pada karena 

Yogya, 2015


A Junianto, lahir di Surabaya, 4 Juni 1984 dengan nama lengkap Arief Junianto. Aktif di komunitas Studi Seni dan Sastra CDR (Cak Die Rezim) Surabaya.Hingga kini karya-karyanya banyak terdapat di beberapa antologi bersama, seperti Monolog Kelahiran (Sasindo Unair, 2003), Senjakala (Lima, 2005), dan Ruang Hitam (Lima, 2006)




Rujukan:
[1] Disalin dari karya A Junianto
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" Minggu 31 Januari 2016


0 Response to "Dengan Debu - Nocturno - Entah "