Gelora Cahaya Fajar - Sepotong Kenangan dari Ujung Barat - Mutiara di Barat Negri - Sayap-Sayap Syuhada | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Gelora Cahaya Fajar - Sepotong Kenangan dari Ujung Barat - Mutiara di Barat Negri - Sayap-Sayap Syuhada Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 20:59 Rating: 4,5

Gelora Cahaya Fajar - Sepotong Kenangan dari Ujung Barat - Mutiara di Barat Negri - Sayap-Sayap Syuhada

Gelora Cahaya Fajar

Rumput-rumput yang dulu menguning
Kini kembali cerah ditimpa embun bening
Anak-anak yang dulu berwajah ceking
Kini berganti menjadi rupawan tak tertanding

Tuhan memang sangat adil
Memberikan hambanya kesempatan yang tak kerdil
Secercah semangat kembali hadir
Mengisi relung jiwa yang pernah di ujung nadir

Meski kekurangan diri sebanyak pasir
Namun cita-cita harus tetap di ukir
Tak tenggelam dalam renungan fikir
Berusahalah agar di dunia tak hidup fakir

Bangkit serta raihlah asa dan cita
Usaha dan berdo'a adalah penentunya
Bahagiakanlah orang-orang di sekeliling kita
Dengan prestasi dan keberhasilan yang dipunya

Setiap kegagalan bukanlah akhir kehidupan
Segalanya masih tetap harus berjalan
Teruslah jalani jangan berhenti belajar
Agar dapat meraih gelora cahaya fajar.

Sepotong Kenangan dari Ujung Barat

Ketika senja menyapa di tanah rantau
Tak terperikan hati ini risau
Rindu kampung halaman yang indah permai
Sanak saudara yang selalu damai

Di ujung barat kota ku berada
Tempatnya menyimpan sejuta pesona
Turis berdatangan bahkan dari mancanegara
Ingin melepas penat dengan berwisata

Penduduknya ramah kepada siapa saja
Hidup rukun taat beragama
Budaya gotong royong masih terjaga
Semoga tetap bertahan tak tergerus masa

Masa kecil ku habiskan disana
Bersama keluarga mengenyam bahagia
Hingga ku harus merantau mengejar cita
Demi masa depan yang lebih bersahaja

Kota Sabang mengajarkanku banyak hal
Salah satunya tentang kehidupan
Laksana guru ditengah kehampaan
Mengisi kekosongan dengan banyak pengalaman

Kenangan ini akan terus kujaga
Kujadikan sebuah memori bahagia
Di tanah rantau aku kan berusaha
Menuntut ilmu tuk membangun negri yang lebih sentosa.

Mutiara di Barat Negri

Di ujung barat negri
Terhamparlah sebuah permadani
Ciptaan Tuhan menghiasi bumi
Bagi umat manusia sebagai penyejuk hati

Kota Sabang nama diberi
Berjuta keindahan ada di sini
Suasananya masih alami
Adat dan budaya di junjung tinggi

Gedung dan jalanan tertata rapi
Penduduknya murah senyum dan berbudi
Pembangunan digalakkan di setiap sisi
Menambah keanggunan daerah ini

Terumbu karang masih asri
Membuat biota laut nyaman disini
Pasir hitam dan pasir putihnya mengelokkan hati
Sebuah komposisi sempurna dari sang Ilahi

Jika saudara hendak kemari
Kami akan menerima sepenuh hati
Sebuah ucapan akan kami beri
Selamat menjelajahi keindahan kota ini.

Note : puisi ini terpilih sebagai salah satu kontributor dalam penyusunan buku antologi puisi Indahnya Lukisan Dunia penerbit Rasibook

Sayap-Sayap Syuhada

Diantara alunan azan subuh
Dan desingan peluru-peluru musuh
Di negri yang kian rapuh
Akibat perbuatan kafir-kafir angkuh

Bombardir belumlah berakhir
Semakin canggih oleh senjata mutakhir
Darah belumlah kering
Semakin perih tiada banding

Mujahid gugur saban waktu tiada akhir
Mengepakkan sayap diantara lantunan takbir
Disaat nyawa di ujung nadir
Bau surgawi semakin jelas terukir

Sayap-sayap syuhada memenuhi langit
Mengajak yang berjiwa lemah untuk bangkit
Perjuangkan islam hingga kafir morat-marit
Walaupun nyawa dan tubuh harus merasakan sakit

Sayap-sayap syuhada membumbung di angkasa
Terbang mengitari dunia fana
Tangisan pilu keluarga masih terngiang di dada
Mengantarkan ke pembaringan menuju kebun surga

Sayap-sayap syuhada mengibaskan kepakannya
Mencari para mujahid yang teguh imannya
Untuk ditempatkan di singgasana surga
Bersama para aulia dan anbiya

Ketika desingan peluru telah usai
Tampaklah para mujahid diantara reruntuhan
Seberkas senyum menghiasi kekakuan jasadnya
Tanda kemenangan disisi Allah Ta'ala.

Sabang,13 Februari 2016



Muksalmina, lahir di Sabang, 16 November 1997. Penggiat sastra. Tinggal di Desa Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Saat ini menjadi santri di dayah Ulee Titi, Aceh Besar

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Muksalmina Sabang
[2] Apresiasi dan terima kasih kepada penulis yang telah berkenan mengirimkan karyanya

1 Response to "Gelora Cahaya Fajar - Sepotong Kenangan dari Ujung Barat - Mutiara di Barat Negri - Sayap-Sayap Syuhada"

Muxsalsabang said...

Thank sudah dimuat.salam literasi!