Hegemoni Menutup Muram - Ruang Pailit | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Hegemoni Menutup Muram - Ruang Pailit Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:25 Rating: 4,5

Hegemoni Menutup Muram - Ruang Pailit

Hegemoni Menutup Muram 

Kita menatap kota dengan seribu irama
yang berdecak antara kedua rahang
bertumbuk, memamah biak metafora
dari bebunga, tetaman, dan pepohonan
serta bising denyut nadi kehidupan
berlomba-lomba menelanjangi mata kita
hanyalah kekaguman berkali menerpa
dan meledak tepat di pusat jantung

Namun dari bawah tumpuan kita berdiri
selebar apapun urat leher kita terdongak ke
atas
ornamen-ornamen itu hanya tepat menguliti
permukaan
tersulap kaki dan tangan untuk
menyembunyikan wajah
dari kemuraman yang sempat melintas sesa
timbunan sampah, aliran pesing
genangan papa yang menguras bebahu jalan
dirias bedak-bedak tebal
serta wewangian aroma lipstik lumer dari
pertokoan
liar meranggas sengketa peran dalam jiwa
mereka
hendak selayak seniman atau kupu-kupu
malam?

Segenap kota itu hanya selimut mimpi
bagi bentangan kumuh yang berbaring di
pijakan
lalu bergeser, sedikit demi sedikit dari
lelapnya
menanti dan melahap manusia di tiap
igaunya
yang terkapar dari pergolakan era dan
musim

Cileunyi, 2015

Ruang Pailit 

Ketiadaan menuli dari bawah gemeretak
mata kaki
terpantul ratapan dan raungan berurai
menjadi sesayup, membingkai ruang tanpa
mata hati

Dari relung hanya tersisip
kehampaan begitu menebal
berkias di antara tepian cermin
tanpa pernah melongok dalamnya nurani
yang membias pandang luksiran kaca
acuh bagai bangkai pailit

Segalanya beradu dalam pemberhentian
sunyi
tanpa mendorong isyarat makna dan arti
dunia dipenuhi teka-teki
hidup diperlakukan mati
dan mati melipat napas kehidupan hakiki

Bandung, 2015


Fernanda Rochman Ardhana lahir di Jember, 27 Februari 1991. Berdomisili di Cileunyi, Jawa Barat. Beberapa karyanya terbit dalam buku antologi bersama puisi dan cerpen, seperti Seremoni Pacar di Pintu Darurat (2015) dan Mata Matahari (2015)

Rujukan:
[1] Dislain dari karya Fernanda Rochman Ardhana
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" Minggu 7 Februari 2016


0 Response to "Hegemoni Menutup Muram - Ruang Pailit "