Kampung Halaman | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Kampung Halaman Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:08 Rating: 4,5

Kampung Halaman

Damai

Jauh dari kebisingan
Tidak ada festival bunyi klakson
tidak ada macet
Tak ada tanggal muda dan tua
tanggal, bulan dna tahun
hanyalah waktu yang berbeda

Pagi-pagi harus ke sawah atau ke pasar
menjadi kuli atau menjual hasil panen

Malam hari
bunyi jangkrik,
Adalah senandung merdu melepas lelah di teras rumah
Hidangan kopi, suatu kenikmatan yang terasa dan terlihat

Kampung halaman adalah tempat romantis
melepas angkuh dan rindu

Tentang Rindu

Kampung halaman yang pertama kali mengajariku rindu
Rindu  kepada ibu, kepada ayah
pada saudara, kemudian kepada kekasih
:Tuhan, nabi, dan wanitaku

Akhirnya rindu itu kembali pada kampung halaman

Belajar dari kecil

Pagi-pagi pasti melihat anak kecil menangis sebelum
berangkat sekolah
Memanggil ibunya untuk memakaikan baju sekoahnya
Tapi dia mengerti jika tidak ada sahutan ibunya
Pagi, ibunya harus ke ladang
Da;am tangisnya ia harus memasang sendiri baju sekolahnya
dengan uang saku yang tak usah ia pikirkan
karena sebelum ibunya ke ladang
telah menaruh uang di celananya

Anak kecil harus menjadi dewasa dari kecil
Bukan dewasa ketika masa dewasa
Hidup tidak harus bergantung pada orang lain
Yakinlah ketika seorang ibu memanjakan anaknya dari kecil
ketika hari-hari telah dilipat olehnya
"tak ingin kubilang"
ia lupa wajah ibunya



Rudi Santosa: Lahir di Sumenep Madura, 30 November 1993. Mahasiswa Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Rudi Santosa
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Minggu Pagi" 31 Januari 2016


0 Response to "Kampung Halaman"