Main Drama - Joget Terakhir | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Main Drama - Joget Terakhir Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:11 Rating: 4,5

Main Drama - Joget Terakhir

Main Drama

Percakapan kita ini cabe giling batu lada.
Drama pedas tentang kaum bekas pengantin
yang duduk tenang sehari semalam. Semata-mata
diam, saling berpaling pandang mata merah,
di ranjang kuda asmara.

Aku akan mati kecelakaan tanpa helm
seratus kilometer dari tempat tidurmu.
Kau harus kejar ke rumah sakit
atau duduk diam menunggu di rumah,
tanpa berkata-kata. Kau akan hidup
meninggalkan suara. Aku mati
menanggalkan bahasa.

Tokoh-tokoh lain berlari mencari
warna-warni silau lampu latar. Air mata
hanyalah lelucon orang kota. Percayalah,
kau tak akan kubiarkan sendiri dalam
pertunjukan ini, mengasuh anak-anak,
mencuci celana dalam, mengangkat galon
berhadiah tisu. Tak akan kurelakan kau sendiri
walau sekadar dalam dialog ini.

Aku bermain mengenakan mata, bahu,
dan dada yang tak berdaya. Akulah penonton
yang menahan kencing sejak jam pertama.
Akulah bangku kosong di sudut gedung pertunjukan.
Sebab yang kuperankan melulu lakon
yang tak pernah ditulis sang pengarang.

Ini entah sudah adegan keberapa.
Bertahun-tahun setelah musik pembuka.
Kau masih di atas panggung. Sedangkan
dialogmu telah dihabiskan lawan bicara.

Joget Terakhir

Di bawah musim perayaan
orang-orang dibiarkan
seperti padi tertampi-tampi.

Di atas panggungmu
aku hanya bisa menunggu
tapi tak tahu untuk apa,
untuk siapa.

Kata orang, nikmat berjoget
tergantung bagaimana kau jatuh cinta.
Bagaimana getaran telepon genggammu
yang menyimpan amarah. Seperti semangkuk
nasi panas gulai pedas. Bagaimana kau
menyenggol puncak duka lara.

Kau lihat perpisahan
seperti yang dulu-dulu,
mengeluarkan jerit nafas Samsu.

Kau terkesiap memintas di jalur waktu,
ke arah mereka yang bergegas
pada kenyataan,
pada dangdut irama lama.

Padang, 2015


Rio Fitra SY lahir di Sungailiku, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Ia bekerja dan menetap di Padang.


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Rio Fitra SY
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kompas" Minggu 31 Januari 2015

0 Response to "Main Drama - Joget Terakhir"