Secercah Harapan untuk Aceh - Janjimu Ingin Jadi Sarjana - Jika Matahari Terbit di Barat - Catatan Akhir Aliyah | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Secercah Harapan untuk Aceh - Janjimu Ingin Jadi Sarjana - Jika Matahari Terbit di Barat - Catatan Akhir Aliyah Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:06 Rating: 4,5

Secercah Harapan untuk Aceh - Janjimu Ingin Jadi Sarjana - Jika Matahari Terbit di Barat - Catatan Akhir Aliyah

Secercah Harapan untuk Aceh

Rumput-rumput yang dulu menguning
Kini telah meranggas lalu mengering
Jalan-jalan kota yang dulu membuncah
Kini telah kering oleh bau anyir darah

Negriku...
Di sisa-sisa masamu
Kuharap kau kembalikan kejayaan yang lalu
Di saat raja-raja masih menjadi indatu

Serambi mekah harus berjaya
Di tangan para pemuda harapan bangsa
Syariat islam harus di jaga
Agar tak mudah tergerus masa

Kita tak bisa hanya berdiam
Cuma berbicara dengan jabatan
Karema negri butuh pengayoman
Untuk membasmi benih kemaksiatan

"Tanoh Rencong" tak boleh berduka
Oleh keberingasan yang mungkin tersisa Karena Aceh negri para Ulama
Yang membawa umatnya menuju surga

Berbeda pendapat memang hal biasa
Tapi jangan sampai menodai persatuan kita
Tujuan kita tetap sama
Membuat Aceh selalu sejahtera

Larik ini tak mengada-ngada
Secercah harapan yang membekam dada
Semoga sajak ini tak sia-sia
Berharap didengarkan oleh pemimpin bangsa.

(secercah harapan untuk Aceh dan Indonesia yang lebih baik)

Catatan: 
puisi ini terinspirasi dari konflik yang terjadi di Aceh selama beberapa tahun lalu sebelum perjanjian damai ditandatangani di Helsinki.Puisi inipun pernah dimuat dalam majalah Santunan edisi November 2014)

Janjimu Ingin Jadi Sarjana

Masih ingatkah engkau,anakku?
Saat kau utarakan mimpimu
Menjadi sarjana yang cakap ilmu
Menggapai masa depan meski jalan berliku

Kau tak tega melihat perjuanganku
Membanting tulang demi kehidupanmu
Kau berjanji didalam benakmu
Menjadi sarjana membalas jasaku

Baju toga itu,
Akan menjadi pengobat letihku
Akan menghapus tetes keringatku
Disaat ku lelah mencari biaya pendidikanmu

Titel kesarjanaan yang mengikuti namamu
Akan menjadi kebanggaanku
Akan meneteskan air mata haruku
Anakku telah menjadi sarjana yang berilmu

Namun...
Itu semua menemui jalan buntu
Ketika rasa malas menggerogoti jiwamu
Kau seakan lupa dengan mimpi dan janjimu

Janganlah kau begitu,anakku
Tidaklah baik memperturutkan hawa nafsu
Bangkitkanlah kembali semangat dan cita-citamu
Buatlah bangga orang-orang di sekelilingmu

Semangat dihatimu harus kembali berpacu
Menghadapi hari esok tanpa ragu
Do'a untukmu terus mengalir diakhir sujudku
Semoga tuhan yang satu selalu melindungi setiap langkahmu.

Ujong Kareung,Sabang,21 April 2015

Catatan:
Puisi pernah dimuat dalam buku antologi Puisi Penyemangat oleh penerbit Rasibook.

Jika Matahari Terbit di Barat

Jika matahari terbit di barat
Masihkah Rabbi menerima taubat
Jika ayat Al-Qur'an sudah terlewat
Masihkah ada harapan kita taat

Tanda yang kecil sudah terlihat
Perempuan muda bercelana ketat
Pecah perang di timur dan barat
Dunia di penuhi kabut dan asap

Yang dulu kaya kini melarat
Yang dulu miskin kini konglemerat
Haji dan umrah setiap saat
Dari hasil korupsi uang di dapat

Muda-mudi gemar ke tempat maksiat
Daripada ke mesjid memperbanyak salat
Duduk di warnet kadang berkhalwat
Peraturan qanun tak menemukan kata sepakat

Orang tua tau terlambat
Ketika anaknya sudah jauh tersesat
Ilmu agama telah di ralat
ilmu dunia selalu menjadi tekad

Tak ada yang tau kapan kiamat
Hanya tanda-tandanya yang mampu di lihat
Semoga kita umat Muhammad
Tak merasakan kiamat yang hebad

Wahai saudaraku muslimin dan muslimat
Mulailah kini kita bertaubat
Perbanyaklah zikir dan salawat
Agar di akhirat mendapat syafaat.

Sabang, 10 November 2014

Catatan Akhir Aliyah

Tiga tahun sudah
Ketika awal kaki ini melangkah
Mengambil formulir masuk aliyah
Menimba ilmu demi masa depan yang cerah

Ketika fajar mulai merekah
Hingga mentari siang menampakkan celah
Aktivitas belajar terus tercurah
Guru-guru mengajar tak pernah lelah

Teringat masa ketika kami berbuat ulah
Membuat guru terkadang marah
Namun mereka tetap memberi motivasi ketika kami lelah
Menuntut ilmu itu adalah ibadah

Teringat masa ketika kami tak mau kalah
Memperebutkan peringkat menjaga marwah
Namun kebersamaan selalu indah
Seru-seruan ketika jam istirahat sekolah

Kini,semuanya berakhir sudah
Tak ada lagi masa-masa di aliyah
Ucapan terima kasih kepada guru-guru "meutuwah"
Do'a kan agar masa depan kami cerah

Sekian larik ini saya gubah
Sebuah catatan akhir di aliyah
Kemanapun kaki ini melangkah
Saya bangga jadi anak madrasah.

Sabang, 20 Maret 2015


Muksalmina, lahir di Sabang, 16 November 1997. Penggiat sastra. Tinggal di Desa Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Saat ini menjadi santri di dayah Ulee Titi, Aceh Besar

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Muksalmina Sabang
[2] Apresiasi dan terima kasih kepada penulis yang telah berkenan mengirimkan karyanya

1 Response to "Secercah Harapan untuk Aceh - Janjimu Ingin Jadi Sarjana - Jika Matahari Terbit di Barat - Catatan Akhir Aliyah"

Muxsalsabang said...

Terimakasih sudah dimuat.semoga bisa menginspirasi banyak pembaca.salam sastra!