Aku Malaikat Kesepian Tanpa Sayap | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Aku Malaikat Kesepian Tanpa Sayap Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:34 Rating: 4,5

Aku Malaikat Kesepian Tanpa Sayap

Aku adalah aku
Tak pernah menjadi kita
Mimpiku hanyalah mimpiku
Tak pernah diperdulikan
Hatiku selalu sepi
Selalu terbayang kegelapan yang begitu dalam

Walau aku berusaha
Namun aku selalu gagal
Perhatian mereka serasa berlian yang begitu mahal
Aku menangis mengerangpun mereka tak perduli
Bahkan saat aku mati tak akan ada yang mengingatnya

Aku sudah terhempas dari keramaian
Debu hempasan adalah temanku sekarang
Awan abu di langit jingga ikut bersedih
Bahkan sekarang aku sudah ingin mencium bau kema-
tianku
Apa artinya aku hidup??
Aku tak berguna sehingga orang-orang membuangku
Dimana jiwa sosial mereka?
Mengapa hanya datang saat butuh?
Tak ada yang bisa menjawab

Hilir mudik mereka berjalan
Tanpa melihat aku didepan mata
Aku
Apa salahku sehingga mereka membuangku?!
Kutukan yang diberikan sedari bayi suci tak bernoda
Mengapa semua menginginkan kehancuranku?
Aku rindu merasakan kenyamanan dihati
Hati ini sudah tak bekerja
Hati ini jenuh merasakan kenelangsaan
Dan hati ini tak pernah berfungsi dengan baik
Sejak saat itu terjadi



Alice Hana T siswa SMP Kristen YSKI Semarang, suka membaca dan menulis Puisi. 


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Alice Hana T
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" Minggu 13 Maret 2016

0 Response to "Aku Malaikat Kesepian Tanpa Sayap"