Rahasia di Balik Bintang | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Rahasia di Balik Bintang Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 20:30 Rating: 4,5

Rahasia di Balik Bintang

KULIHAT bintang begitu jauh di angkasa. Ingin rasanya aku menggapai satu saja di antara miliaran bintang itu. Seperti aku ingin kembali ke masa kecilku, kembali ke satu peristiwa antara ribuan, jutaan bahkan mungkin miliaran peristiwa yang pernah kualami ketika aku kecil. Kembali ke satu peristiwa di mana aku tak pernah berpikir tentang kerasnya tuntutan kehidupan, begitu butanya cinta dan manis pahitnya peristiwa. Yang ada hanya bermain, makan dan tidur, dan itu terulang setiap hari.

Itu keinginan Rinda yang sangat sering ia katakana padaku. Entah yang ada di benaknya sehingga ia berpikir hal seperti itu. Bukankah menjadi remaja itu menyenangkan? Namun ia begitu merasa sangat sedih saat menyadari bahawa masa kecilnya telah berlalu. 

"Sudahlah. Kita tidak mungkin menjadi anak kecil selamanya, itu hal yang sangat mustahil Rin. Sekarang kita sudah dewasa, bukankah dewasa itu menyenangkan? Kita menjadi tahu arti sebuah persahabatan, juga cinta. Untuk apa memikirkan masa lalu yang jelas tidak bisa terjadi lagi, kalau hanya sekadar mengenang, ya boleh saja. Tapi kamu jangan sampai terbawa seperti ini." Begitulah kalimat yang sering aku berikan kepada Rinda setiap ia ingin masa kecilnya kembali. 

Rinda sahabatku. Ia cantik dan pandai. Namun ia pernah sedikit nakal. Dulu sangat sering bolos sekolah dan tak jarang ia dipanggil ke ruang BP karena suatu masalah. Beberapa bulan setelah itu, Rinda tidak berangkat selama dua minggu. Ketika aku dan teman-teman datang menjenguknya, tak pernah ada satupun orang yang ada dirumahnya, nomor teleponnya juga tidak pernah aktif.

Ketika ia berangkat, Rinda yang kukenal dulu telah berubah. Ia tak pernah lagi bolos sekolah dan tak pernah keluar-masuk ruangan BP. Kini ia keluar masuk ruang UKS. Bila ditanya, ia hanya menjawab "aku pusing, mungkin aku kecapekan." Dankami semua tidak pernah curiga. 

Rinda yang sekarang begitu taat agama. Salat lima waktu tak pernah absen dan ia kini berhijab. Sungguh, perubahan yang sangat jauh dengan dulu. Ketika aku bertanya mengapa tak berangkat sekolah selama dua minggu, dan apa yang membuatnya berubah seperti ini, ia tidak pernah mau menjawab jujur. 

Dia hanya berkata, "Aku udah berhenti jadi Rinda yang nakal, aku mau jadi orang sukses yang bisa buat orangtua, keluarga, sahabat dan teman-temanku bangga, aku akan buktikan itu. Jadi, kamu jangan bertanya tentang hal itu. Aku mohon Sya...."

***

AKHIR-AKHIR ini aku semakin dengan dengan RInda, karena ia memang teman sebangku. Ujian nasional sebentar lagi akan tiba, maka aku selalu belajar bersama Rinda. Terkadang aku yang datang ke rumahnya. Begitupun sebaliknya.

***

KETIKA hari pertama Ujian Nasional, aku lupa membawa catatan materi dan aku meminjamnya dari Rinda. Ia menyuruhku mengambil di dalam tasnya. Ketika aku membuka tas Rinda, betapa terkejutnya aku ketika melihat obat-obat yang bisa dikatakan sangat banyak. Tak sengaja aku membaca salah satu obatnya bertuliskan 'kanker otak'.

Langsung aku meneteskan air mata dan aku memeluk Rinda dengan begitu erat. Kemudian ia meminta padaku di ulang tahunnya besok aku harus datang pukul 06.00 di rumahnya. Kebetulan hari ulang tahunnya setelah Ujian Nasional. 

Sampai rumah Rinda, aku mendapati ia tergolek lemas di kamarnya. Kemudian ia memelukku sangat erat. Ia menceritakan padaku semuanya, tentang penyakitnya. Ia berkata bahwa ia diam-diam pergi ke dokter tanpa sepengetahuan orangtuanya, ketika dokter berkata ia divonis kanker otak, begitu takutnya dia. Hingga ia tak berani berkata pada orangtuanya karena tak mau lagi membebani orangtuanya. Sungguh, aku tak menyangka RInda menyimpan rahasia sebesar itu. Hanya aku satu-satunya orang yang mengetahui rahasia itu.

Aku dan Rinda sama-sama meneteskan air mata dan kamipun berpelukan erat. Tak kurasa Rinda mulai melemas dan ia terpejam. Rinda terpejam untuk selamanya. Semoga kau bisa menggapai salah satu di antara miliaran bintang di angkasa yang dulu pernah kau impikan. []

Latifah Nirbita Andini kelas X TKJ A SMKN 1 Sedayu Bantul 55752

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Latifah Nirbita Andini
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Minggu Pagi" edisi Minggu ke-3, 17 April 2016


0 Response to "Rahasia di Balik Bintang"