cinta yang buruk - Kelahiran - Malammalam Berair - Dilemma air yang keluar | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
cinta yang buruk - Kelahiran - Malammalam Berair - Dilemma air yang keluar Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:53 Rating: 4,5

cinta yang buruk - Kelahiran - Malammalam Berair - Dilemma air yang keluar

cinta yang buruk

Aku mungkin hanya burung yang merindukan
dahan. Kapal yang kangen dermaga. Namun
celaka, pada diriku disematkan angin, ombak,
dan perjalanan..darinya lahir jarak.
Serupa kutukan aku menjalaninya karena ingin
meyakinkan bahwa semuanya baikbaik saja.
dalam beberapa hal aku hilang kendali seperti
cinta remaja puber yang gagal. Sebagian diriku
menolak tumbuh. dan aku takut menatap cermin.
karena sudah tak ada yang perlu dibagi dan
dimengerti. Aku menanggung sendiri, dalam maut
yang sesekali mengamuk melenyapkan akal
sehat.
Ibarat peluru, aku tinggal satu dan ingin kena
tepat di jantungmu. Tapi aku adalah cinta yang
buruk dimiliki pemburu yang buruk. Apa yang
harus aku lakukan dengan seluruh kebencian ini?
060511, 09.24

Kelahiran

bukankah mulut kita seperti sepasang kata maaf
yang terus diucap berulang; seperti dosa yang
menggoda kita melakukannya senantiasa. sejak
itu kau sering berenang dalam pikiran dan
perasaanku. akulah lelaki karam itu
menggelepargelepar oleh air yang penuh sisik-
mu. kau tahu sejak lama. akulah perenang buruk
itu. pemancing yang tidak sabar dan lelaki yang
bermimpi mempunyai sepasang sirip untuk pergi
mengelilingi sungai dan samudera.
sejak perasaanperasaan itu tumbuh dan sulit
kukendalikan tibatiba aku ingin menciumimu
seperti: ikan.
2008-2011

Malammalam Berair
jalanan malammalam berair. apakah musim
masih sama. seperti sebelum dan sesudah kut-
inggalkan? Kelak akan tiba suatu masa.di mana
kota tak membilang satu nama.saat itulah kelahi-
ran baru.sgala yang buruk tentangmu akan
berlalu.diabai seperti wartelwartel yang tidak dim-
inati lagi atau telpon koin yang berkarat di sepan-
jang halte.halte.kita pernah menyepakati sebuah
perjalanan bukan? tapi tidak lagi.entah siapa yg
duluan pergi. bisbis cepat berlalu.demikian sepi
begitu saja. pada malammalam berair. apakah
musim masih sama. seperti sebelum dan sesu-
dah kutinggalkan?
19.44, 30012012

Dilemma air yang keluar

melalui mata
Jika air mata dari mata kanan memasuki matamu
yang kiri karena posisi tidur miring pasti terasa
lebih pedih. Jika airmatamu keluar tapi tidak bisa
kemanamana membentuk danau kecil di kelopak
dan sekitar pipi atas karena tidur telentang,itu
juga menyakitkan.Jika airmatamu menggenangi
lantai karena tidur tengkurap tidak beralas itu
juga akan repot. Juga masalah! ketika kamu gak
bisa nangis lagi karena orangorang menuduhmu
lakilaki!
20.04, 30012012

Perayaan

para kekasih saling berciuman di halte, entah
merayakan apa musim gugur yang hampir tatas?
di taman kota mereka saling memagut seperti
ular sedang aku adalah Adam celaka yang terusir
dari tanah yang karib dan rindu mungkin adalah
hadiah bagi para pejalan jauh dengan puisi seba-
gai anakanaknya
November 2013


Adin, Kelahiran Rembang, 11 September 1985. Beberapa puisinya tergabung dalam antologi antara lain: Temu Mahasiswa Penyair, Penyair Terpilih (2007), Mencari Rumah, Langit Semarang, Aku ingin Mengirim Hujan, Anak-anak Peti (2008), Seribu Wajah Pram dalam Sketsa dan Kata, Wajah Deportan, Pedas Lada Pasir Kuarsa, Maaf (2009), Hikayat Mengaji, Percakapan Lingua Franca, Berjalan ke Utara (2010), Kota dan Orang-orang Gila, Tuah Tara No Ate, Beternak Penyair, dan Puisi-puisi Penyair Jawa Tengah (2011), Requiem bagi Rocker , Dari Sragen Memandang Indonesia, Membaca Strategi Sastra Lima Kota, (2012), dll. (92)



Rujukan:
[1] Disalin dari karya Adin
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" Minggu 19 Juni 2016

0 Response to "cinta yang buruk - Kelahiran - Malammalam Berair - Dilemma air yang keluar"