Daksina - Legenda Dusun Orong Naga Sari - Saat Rasa Itu Datang - Ku Lihat Cinta Kita | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Daksina - Legenda Dusun Orong Naga Sari - Saat Rasa Itu Datang - Ku Lihat Cinta Kita Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:00 Rating: 4,5

Daksina - Legenda Dusun Orong Naga Sari - Saat Rasa Itu Datang - Ku Lihat Cinta Kita

Daksina 

barangkali ia dirangkai para pertapa 
ia serupa bunga tujuh rupa 
yang tergenang pada canang baja. 

saat memotong rambut api milik bayi 
ia serupa bedak langeh dan beras pati 
juga segenggam kepeng logam 
yang kelak dibagi pada kiyai 
sebagai cacar rambu. 

juga sebagai buak bulu 
ialah uang pertama 
saat si kecil ingin belanja 
harus diambilkan dari daksina. 

Tanjung, 2015 

Legenda Dusun Orong Naga Sari 

semula ia adalah goa milik naga 
yang dantang dengan sayap mengepak di 
angkasa 
karena luka ia jatuh pada lembah 
karena waktu ia mati dan di jarah 

seorang mangku pada ritualnya 
didatangi seorang putri berkain sutra 
layaknya permaisuri raja-raja 

ia datang dengan wajah bimbang 
meminta mangku memasang sesaji berupa kem
bang 
pada sebuah lubang dimana suaminya telah 
hilang 
saat petang mangku berkunjung 
pada orangorang berwajah murung 
karena hujan tak juga kunjung 
ia berpesan dengan bijaksana 
” hendaklah kita menyuguhkan bunga tujuh rupa 
pada lembah dimana leluhur kita mengambil 
sisik naga 
dengan begitu kemarau berakhir karena hujan 
akan tiba 
dan air kelak akan mengalir dari mulut goa” 

bunga tujuh rupa telah dihidangkan 
maka sehari setelah ritual dilaksanakan 
air menyembur dari mulut goa naga 
orang-orang desa teriak bahagia 

seorang dalam mimpi 
didatangi seorang putri membisiki 
”kelak namakanlah tanah ini 
orong naga sari.” 

Tanjung, 2015 

Orong Naga Sari adalah nama sebuah dusun di desa Sokong kecamatan Tanjung- Kabupaten Lombok Utara. 

Saat Rasa Itu Datang 

saat rasa itu datang 
aku seperti perahu tanpa jangkar 
dan waktu memaksaku karam. 
pada reranting cemara burungburung urung ter
bang 
karena angin terlalu kencang 
hingga ingin tak dapat dilepaskan. 
saat malam, kabut menutup mecusuar 
menghilangkan jejak pada samudra 
aku lelah. hilang arah. 

Tanjung, 2015 


Ku Lihat Cinta Kita 

kulihat cinta kita berjalan dalam malam 
laju kendara meraja mengibas seperti kertas ia 
terhempas
melayanglayang tanpa bayang

kita terhenti dengan tangan bergenggaman
kali ini kita harus pandai membagi hati
karena jalan di depan makin bersimpangan

ah betapa suram ini malam betapa suram masa depan.
barangkali kita diam saja
membiarkan waktu menghakimi
biarpun dalam luka
setidaknya kita bisa bersama.

Tanjung, 2015 

Imam Safwan, lahir di Pemenang, Lombok Utara, NTB. 12 April 1978 , menyelesaikan studi S1 di UNRAM jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Buku puisinya yang telah terbit ”Langit Seperti Cangkang Telur Bebek”.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Imam Safwan


[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" edisi Minggu 10 Juli 2016

0 Response to "Daksina - Legenda Dusun Orong Naga Sari - Saat Rasa Itu Datang - Ku Lihat Cinta Kita "