Gerak dan Diam - Tanpa Kata Tanpa Suara - Kita Meraba Dunia dengan Kata | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Gerak dan Diam - Tanpa Kata Tanpa Suara - Kita Meraba Dunia dengan Kata Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 07:30 Rating: 4,5

Gerak dan Diam - Tanpa Kata Tanpa Suara - Kita Meraba Dunia dengan Kata

Gerak dan Diam 

Ingin kulepaskan tubuh yang
kukenakan ini
Kutanggalkan napas ini
Untuk menemuimu di pucuk sunyi
Di dalam apa pun di luar diri

Namun setiap kali kucoba
Kau justru tiba dalam gerak dan
diam
Pada detak jantung yang
berkejaran
Pada napas yang keluar-masuk
perlahan

Apakah arti pertemuan
Bagi mereka yang diam-diam
Menyatu di balik pandangan
Tubuh dan napas hanya medan
Tempat keabadian dan
kesementaraan
Bertempur saling mengalahkan

Namun apa pula arti kekalahan
Bila ia satu rahim dengan
kemenangan
Berkali-kali aku tertipu oleh
pandangan
Seolah nyata keragaman
Padahal segalanya tunggal dalam
muasal

Maka kukenakan lagi tubuh yang
asing ini
Kuhirup lagi napas aneh ini
Kurasakan kau abadi
Menjelma gerak dan diam ini?

Tanpa Kata Tanpa Suara 

Aku ingin memanggilmu
Namun bukankah panggilan
Hanya berarti bagi yang berjauhan
Hanya ada pada jarak dan rentang

Kucoba memberimu nama
Agar dapat kupanggil kau kapan saja
Di malam-malam yang putus asa
Namun berartikah nama-nama
Bagi yang wujudnya adalah pesona

Kau begitu dekat
Lebih dekat dari napasku
Bagaimana aku akan
memanggilmu
Sedikit pun tak ada jarak
Antara nyawaku dengan napasmu

Ingin kulepaskan tubuh yang
kukenakan ini
Agar tak ada batas bagi kita
Tubuh hanya penjara
Bagi mereka yang jatuh cinta

Maka di malam-malam putus asa
Doa-doa seolah ada
Meski segala tak harus dipinta
Seolah kupanggili kau dengan nama
Meski kau selalu tiba
Tanpa kata tanpa suara?


Kita Meraba Dunia dengan Kata 

Kita meraba dunia dengan kata
Menyentuh apapun dengan kata

Bila kau menyentuhku dengan kata
Hilanglah kemurnianku
Wujudku makin sementara
Dan kesucianku tinggal gema

Bila aku merabamu dengan kata
Lenyaplah wajah aslimu
Keanggunanmu pudar sirna
Mati tersalib umpama

Kata-kata
Membuat segalanya menjelma
kiasan
Bayang dan dikaburkan
Dinyatakan ketidaknyataan

Sejak Tuhan disalin ke dalam kata
Kita makin tak menemukannya
Tuhan pun kesepian
Dalam kitab-kitab suci yang
ditulisnya

Sejak cinta diungkap dengan kata
Kita pun kehilangan debarnya
Rindu kehilangan deburnya
Bintang-bintang di langit padam
Kehilangan pusat cahaya

Betapa eloknya dunia
Bila tak ada kata
Benda-benda bicara dengan
matanya
Dengan pancaran dirinya
Memantul dari benda ke benda
Bagai pantulan cinta
Dari jiwa ke jiwa

Kita pun akan mengenal segala-
galanya
Tidak dengan ungkapan
Namun dengan pengalaman
Sebagaimana Musa ambruk di
hadapan cahaya
Sebagaimana Zulaikha tersayat oleh pesona

Zaim Rofiqi menulis puisi, cerpen, esai, dan menerjemahkan buku.Buku kumpulan puisinya Lagu Cinta Para Pendosa (Pustaka Alvabet, 2009) dan Seperti Mencintaimu (Q Publisher, 2014); buku kumpulan cerpennya: Matinya Seorang Atheis (Penerbit Koekoesan, 2011).



Rujukan:
[1] Disalin dari karya Zaim Rofiqi 
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" edisi Minggu, 10 Juli 2016

0 Response to "Gerak dan Diam - Tanpa Kata Tanpa Suara - Kita Meraba Dunia dengan Kata "