Narasi Pengelana Buah - Di Bandar Udara | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Narasi Pengelana Buah - Di Bandar Udara Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:24 Rating: 4,5

Narasi Pengelana Buah - Di Bandar Udara

Narasi Pengelana Buah

di sepasang matamu
aku menemukan amsa remajaku
masa yang riang menunggu di bawah pohon manga
meski tak ada yang jatuh seperti cinta
yang kujatuhkan padamu

selalu kulemparkan kayu, berharap ada yang saling timpa
kemudian runtuh. di antara dahan dan ranggas daun kopi
sebab tak ada selain hujan yang retas dan burung-burung
gagal ditelurkan musim

begitulah kami menaruh cinta pada yang jauh
pada yang sesekali sempat luruh
--dibujuk kayu-kayu kering yang kami lemparkan dengan
mata tertutup. sambil merapal mantra para tetua
yang tak sepenuhnya kami percaya
agar harapan yang kami hempaskan sampai
kepadamu. sebab kau begitu jauh
bersitegang menetap di dekap dahan
meski usia selalu sia kau pertahankan

kau akna menua serupa buah mangga yang jatuh terpaksa
tapi hantu hutan memberkatimu
sehabis diremasnya putingmu, dicabik-cabiknya isi perutmu
kau pun jatuh dan dicampakkan
penunggu lupa waktu

mereka sesungguhnya pengelana
membawa parang di sarungnya
menyusuri hutan sepanjang siang
menunggumu di tepi sungai penuh lumut dan lintah
berharap ada yang hanyut dengan perut pecah

dan dada terbuka

(Yogya, 31 Maret 2016)

Di Bandar Udara

: diajeng N.A

Airmata yang kau kucurkan
tempo hari. telah aku kembalikan padamu
hari ini. dengan wadah hatiku yang terluka

kenangan telah terlalu renta, sudah waktunya
merumahkan mereka. kini aku tak lagi takut
pada waktu. telah kutikam ia dengan segala
kepedihan di relungku

sudah tampak teramat belia wajahku kini
di hadap kasihmu

kita mesti saling berpaling
berkemas dan menata hidup masing-masing

tak ada lagi yang perlu ditangisi disesali
selain pikiran: kenapa kita bersikeras
ingin tetap di tempat ini, dan tangan
enggan melambai

(Yogya, Februari 2016)


Sabila Anjangsana, lahir di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Mahasiswa Komunikasi Konseling Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Bergiat di Forum Mahasiswa Pencinta Pena UMY.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Sabila Anjangsana
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" Minggu 24 Juli 2016




0 Response to "Narasi Pengelana Buah - Di Bandar Udara"