Seribu Malam - Apa Bedanya | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Seribu Malam - Apa Bedanya Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:56 Rating: 4,5

Seribu Malam - Apa Bedanya

Seribu Malam

Langah kaki tak lagi terdengar
Letusan peluru tak lagi ditembakkan
Kolonel tak lagi bertitah, sebab
Kapten, sersan, dan para prajurit
Menemukan jalanNya
Tapi, negara tak tau malu
Seperti menghapus debu pada pakaian
Seribu malam membela negara
Yang tak menganggap baktinya
Seribu malam melawan nyawa
Agar tak empas dari jasad
Tanpa harapan yang pasti,
Mereka tetap menggetarkan geraham
Yang menteret mereka pada lautan merah nan gelap
Tak dikenang seperti penyair,
Karena mereka hanya pasukan rahasia

Yogyakarta, 20 Aril 2016

Apa Bedanya

Ayam berkokok pada jam yang sama
Begitu pula fajar menyingsing
Kecuali awan hitam melebarkan sayapnya
Menutupi fajar, menggelapkan dunia
Terang tak lagi memusuhi gelap
Sebab semuanya beriringan
Mewarnai setiap dunia
Menitipkan rindu pada pelangi
Pelangi yang tak mau lepas dari hujan
Apa bedanya derita dan bahagia
Jika mereka saling menjelma dan beriringan
Bukankah tak akan ada bahagia jika tak ada derita
Derita yang membuatmu terkapar, nyaris tak bernyawa

Yogyakarta, 23 April 2016


Shofiyatuz Zahroh, lahir di Madura,6 Oktober 1995. Penggagas Komunitas sastra Morleke. Mahasiswa IKS UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.


Rujukan:
[1] Disalin dari Shofiyatuz Zahroh
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" Minggu 17 Juli 2016

0 Response to "Seribu Malam - Apa Bedanya"