Sumenep - Pesan kepada Penguasa | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Sumenep - Pesan kepada Penguasa Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 06:39 Rating: 4,5

Sumenep - Pesan kepada Penguasa

Sumenep 

1/
Di sebuah goa seorang putri semedi
Bersembunyi dari ramai-berteman sunyi
Menjadi bagian dari keheningan menyatu
dengan kedamaian

Ia Berharap Tuan datang dalam mimpi

Dalam tidur seorang pangeran datang
Dengan mahkota dan selendang panjang
Memakai cincin dan gelang dengan tulisan
Aku datang sayang, mari kita merapat ke
masa depan

Hati siapa yang tak runtuh melihat pangeran
Dengan ikat kepala kuning terang dan
rambut ikal panjang tergerai
Seperti dalam film dan hikayah-hikayah
mengecup keningnya
Bahkan sempat menyematkan sekuntum
bunga di telinganya
Dan bahkan....

Pagi hari ketika langit sempurna terbuka
Dan kau saksikan perutmu buncit
Langit gerimis

Pada hari lusuh bulan saka
Ketika dari timur matahari naik setinggi
penggala
Ketika dari rahimnya sebuah tangis pecah

Maka lahirlah aku
Seorang kesatria yang akan melahirkan raja-
raja

Tapi, Oh ibu kenapa kau buang aku
Kenapa kau tega seekor lembu menyusuiku
Dan orang-orang memanggilku
-Joko Tole

2/
Putri bayangkan sekali lagi pangeran itu
datang dalam sebuah pejam
Dan mengajakmu bercinta seperti dalam
legenda Kamasutra
Atau seperti yang sudah-sudah yang tak bisa
kau lupa sebelumnya

Hingga lahirlah aku sebuah kota
Dengan derap kaki-kaki kuda terbang
menginjak awan
Seperti gelegar guruh
Atau semacam guruh yang menyerupai langit
gaduh

2016 

Pesan kepada Penguasa 

Ingin kupinjam tongkat musa
Dan kulemparkan ke hadapanmu

Ingin kupinjam kapak ibrahim
Dan akan kutetak leher-leher berhala di
dadamu

Ingin kupinjam lampu aladin
Supaya jin memindahkan istanamu ke neger
jauh

Ingin kupinjam bahtera nuh
Dan menyelamatkanmu dari gelombang
napsu

Sementara kepadamu
Aku ingin meminjam lidahmu
Untuk menghangatkan janji-janji ke dalam
puisi

2016

Ridhafi Ashah Atalka, lahir di Dungkek, Sumenep, Madura, 21 September 1992, alumnus MA Tahfidz Annuqayah. Puisi-puisinya pernah dipublikasikan di beberapa media nasional.Kini tinggal di Yogyakarta dan bergiat di Lembaga Kajian Kutub serta mengelola Lesehan Sastra Kutub

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Ridhafi Ashah Atalka
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" edisi Minggu, 24 Juli 2016

0 Response to "Sumenep - Pesan kepada Penguasa "