Di Lokasana - Di Cimahi - Sulur Waluh | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Di Lokasana - Di Cimahi - Sulur Waluh Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:24 Rating: 4,5

Di Lokasana - Di Cimahi - Sulur Waluh

Di Lokasana

Kania ingin memanjat dinding
Itu dinding ke langit, kata Iqbal
Kami memandang biru
Awan seperti tumpahan susu
Angin seperti kucing nakal

Kania ingin menangkap matahari
Itu balon yang akan meletus, kata Iqbal
Kami memandang terang
Lapang seperti keranjang boneka
Taman seperti buku cerita yang terbuka

Kania ingin menunggang cahaya
Itu kuda yang bisa terbang, kata Iqbal
Kami memandang bayangan
Pagi seperti nyanyian
Segala seperti mainan

2016

Di Cimahi

– Hasta Indriyana

Di belakang kata-kata
Ada jalan setapak melingkar
Hampar rimbun segera menampar. Anak-anak
Bermain petak umpet di bawah dedaunan
Sambil mengumpulkan buah yang jatuh
Seperti memungut cerita yang matang
Yang akan kekal sebagai kenangan

Di belakang kata-kata
Anak-anak memanggil angin gunung dengan siul
Layang-layang diterbangkan. Di langit yang jauh
Awan menyibak dan matahari mengirim bayangan
Ke tanah. Seekor anjing setia berjaga di sudut kebun
Seekor ular membelit sulur-sulur waluh
Asyik mengintip nadi seorang penyair
Yang tersesat keabadian masa kecil

2016

Sulur Waluh

Akar memang terperangkap tanah
Namun tubuhku bebas meluncur
Mencumbu tiang bambu, mendaki
Keinginan yang didirikan petani
Merayap di bilah-bilah perjalanan
Tak puas ke batas barat, kujelajahi
Hampar utara dan bentang selatan

Hasrat akar setia mengirim birahi
Sekujur tubuh hijauku menjulur
Di ketinggian. Seperti perahu rindu
Yang memanjang dan berlayar di udara
Menjelma atap rimbun untuk petani
Sesekali petak umpet dengan matahari

Hasrat akar sering meledak menjelma bunga
Serangga kasmaran di tanganku, pusarku,
Dadaku, bahkan kepalaku. Pentil berlahiran
Serupa bakal kata yang tumbuh ranum
Matang sepanjang musim yang dinanti
Petani. Aku terus merayap meraih tepi
Mencari jalan ke langit namun ujung jari
Jatuh menunjuk tanah, tanah kelahiran

2016


Toni Lesmana lahir di Sumedang, dan kini menetap di Ciamis, Jawa Barat. Ia menulis puisi dan prosa. Buku kumpulan puisinya adalah Karinding Pananjung (2015).

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Toni Lesmana
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Koran Kompas" edisi 13 Agustus 2016 


0 Response to "Di Lokasana - Di Cimahi - Sulur Waluh"