Kaidah Burung Merpati - Tangisan Bumi - Doa Burung-Burung - Bukan Aku tak Mampu Berpuisi | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Kaidah Burung Merpati - Tangisan Bumi - Doa Burung-Burung - Bukan Aku tak Mampu Berpuisi Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:30 Rating: 4,5

Kaidah Burung Merpati - Tangisan Bumi - Doa Burung-Burung - Bukan Aku tak Mampu Berpuisi

Kaidah Burung Merpati 

Sayap burung merpati
Terbang di antara bait mimpi
Mendayu hembusan angin
Tersipu belaian luka

Dia
Adalah wajah para penyair
Bertapa di bawah langit
Menyabda mendung menjelma hujan

Dia
Adalah haluan para pendeta
Meratap ranting pepohonan yang
Kering dan kacau

Dia
Adalah penikmat setiap musim

Yogyakarta, 2013 


Tangisan Bumi 

Hari-hari tampak silau
Sinar matahari menjelma bumi
Pepohonan kering dan gersang
Keajaiban tak lagi ada

Barisan malaikat bernyanyi:
Dunia ini indah sekali
Dengan beribu-ribu kemewahan
Padahal hamba tertusuk duri

Keji
Janji-janji tak ditepati
Melahirkan kebencian
Menumpahkan pengkhianatan

Tanah-tanah pun menangis tanpa air mata
Berharap hujan menjadi mata airnya

Yogyakarta, 2015 

Doa Burung-Burung 

Burung-burung bernyanyi
Merenung butiran mimpi
Di antara keringnya pucuk dedaunan
Berharap benih kan ditanam

Jangkrik-jangkrik tertidur pulas
Sebelum bayangan gelap datang
Sang penyelamat masih sembunyi
Di antara asa dan abdi

Burung-burung terus bernyanyi
Menunggu pergantian musim

Yogyakarta, 2015 

Bukan Aku tak Mampu Berpuisi 

Bukannya aku tak mampu
Melukis puisi indah
Di kala air laut tak lagi tenang

Aku sedang kesal
Raib mentari tertutup awan
Hujan banjir basahi bumi

Semuanya adalah nikmat
Segalanya adalah laknat
Bagi mereka pemuja hujan

Yogyakarta, 2015 

Ali Munir Sangkakala, lahir pada 1994 di Sumenep, Madura. Aktif menulis puisi dan cerpen, tergabung di Komunitas Sastra Gajahwong dan Lembaga Pers Mahasiswa Paradigma UIN Sunan Kalijaga. Buku antologi puisi dan cerpen bersamanya, antara lain, Potret Langit yang diterbitkan penerbit FAM Publishing (Kediri). Redaksi menerima kiriman puisi orisinal dan belum pernah diterbitkan media massa lain.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Ali Munir Sangkakala
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" edisi Minggu 14 Agustus 2016

0 Response to "Kaidah Burung Merpati - Tangisan Bumi - Doa Burung-Burung - Bukan Aku tak Mampu Berpuisi "