Kursi - Anak-anak Sawah | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Kursi - Anak-anak Sawah Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:40 Rating: 4,5

Kursi - Anak-anak Sawah

Kursi

hanya buku yang menjadi teman kursi
di tepi jalan itu,
juga ada aku sebenarnya.
yang diam memahami ritme dunia kefanaan
dalam kata-kata yang hampir lapuk.
seperti lembar waktu yang sia-sia aku duduki.

mungkin perlu kubaca
tentang serangga yang menggerogoti tubuh kursi
dan di kursi tepi jalan, belum juga ada yang menemaniku
atau sekadar berciuman kala bayangan malam
menyembunyikan kita.
tidaklah, aku tetap akan mencintai kursi ini, buku ini,
dunia dengan kefanaan di mana-mana.
aku tak ingin diganggu, hanya memata-matai
yang aku lakukan di sini.
bolehkah? jangan takut!
takkan rusak kursiMu

Anak-anak Sawah 

akulah anak-anak sawah yang lahir jerami-jerami ibu yang kering.
berharap teman-temanku
cepat bunting membuncitkan tunduk.

telah menunggu bebrapa bulan
kala hujan, juga kemarau
semakin menghambat tujuan ini
berantakan seperti aku,
batang-batang padi
yang bersalah

tak ada yang lebih indah
dari panen penuh luka, tanya, dan suara anak-anak

akulah anak-anak sawah yang lahir jerami-jerami ibu yang kering,
rambut kuniku kusut
dengan lapar dan telanjang
melihat teman-temanku berpesta di mataku sendiri.

mereka kini telah hamil
memekarkan anak-anak padi yang selesai,
menjadi ibulah mereka

wahai ibuku, yang telah lama dimakan tikus
apakah aku harus terus terpancang di rusuk sawah
dengan senyum yang dibuat-buat

atau dunia terlampau sulit untuk dipanen






Muhammad de Putra, puisinya bisa dibaca di "Merantau Malam" (Sabana Pustaka, 2016) dan "Terakota" (Liliput, 2015).


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Muhammad de Putra
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" Minggu 7 Agustus 2016



0 Response to "Kursi - Anak-anak Sawah "