Obsesi | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Obsesi Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:59 Rating: 4,5

Obsesi

Obsesi (1)

kita hanya gigih membenamkan bangkai hari-hari
menyongsong waktu merenda suasana
luka demi luka kian tampak ketika dada telanjang
meski tanpa suara

ketika ngarai kita ratakan
dalam kerumunan
banyak kerlingan
angin berlintasan dari gunung ke ngarai
menggiring awan
menyongsong rerumputan
membuat apa-apa gampang getas

ketika kita sembunyikan luka hari-hari
angin semakin gigih berlintasan
suara-suara ditabur ke udara
barangkali itulah saatnya tiba
yang dulu kita tunggu
dalam tungku perapian

Obsesi (2)

jalan tanpa persimpangan 
rambu-rambu yang sudah kukenali
tapak yang tampak bukan kerasnya sol sepatu
apalagi goresan di batu-batu

dengan lelah kucatat dan kusimpan
langit yang bertemu lautan
meski ombak selalu menghantam pantai
dan karang hanya taman
bagi ikan-ikan

(aku kurang suka dengan perempatan jalan
selalu lama menunggu menyeberangi
dan kota yang penuh kesibukan 
tak sempat bersama)

jalan yang lengang
aku amat senang
meski sekarang tinggal kenangan

jalan tanpa persimpangan
kanan-kiri tetumbuhan 
bunga warna-warni menyatu dalam pandangan
meski hanya melati yang kusuka
selalu kuselipkan di dada sendiri

jalan tanpa persimpangan
jalan yang lengang
kusuka
meski dalam kenangan






Sunardi KS, lahir di Dukuh Bendowangen, Desa Mayonglor, Kecamatan Mayong, Jepara (1955). Antologi yang pernah memuat sajak-sajaknya, Jentera Terkasa, Kicau Kepodang 5, Kesaksian Rumput, Konosi, Blue, dll.


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Sunardi KS
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" Minggu 14 Agustus 2016




0 Response to "Obsesi"